- Kementerian Kesehatan mengupayakan pembiayaan transplantasi sumsum tulang senilai Rp1,2 miliar melalui program JKN.
- Wamenkes Dante menyatakan RS Kanker Dharmais di Jakarta sudah mampu melakukan tindakan tersebut.
- Upaya negosiasi dengan BPJS Kesehatan bertujuan memperluas akses layanan bagi masyarakat umum.
Menurut Dante, tindakan tersebut menjadi salah satu terapi definitif yang dapat digunakan pada kasus kanker darah tertentu.
Ia menilai kemampuan teknologi dan layanan di RS Kanker Dharmais sebenarnya sudah dapat menangani penyakit tersebut. Tantangannya adalah memastikan pasien yang membutuhkan memiliki akses terhadap terapi.
Data Kemenkes menunjukkan terdapat sekitar 474 ribu kasus kanker setiap tahun di Indonesia, dengan sekitar 25 ribu kematian.
Kemenkes Soroti Pembiayaan Terapi
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan, persoalan pembiayaan menjadi salah satu hal yang perlu segera diatasi dalam pengobatan kanker darah.
Menurut dia, transplantasi yang berkaitan dengan organ seperti sumsum tulang dapat menjadi harapan bagi pasien untuk melanjutkan kehidupannya.
"Karena memang transplantasi terkait dengan organ seperti sumsum tulang ini menjadi harapan terakhir dari banyak orang untuk bisa melanjutkan hidupnya, bahkan menjadi lebih produktif dibanding sebelumnya," kata Azhar.
Sembari upaya pembiayaan melalui JKN dibahas, RS Kanker Dharmais juga memiliki mekanisme subsidi silang. Dante mengatakan keuntungan dari layanan kesehatan tertentu digunakan untuk membantu membiayai layanan bagi pasien yang tidak mampu.
Dengan demikian, persoalan transplantasi sumsum tulang bukan hanya terkait kemampuan teknologi medis, tetapi juga bagaimana memastikan terapi tersebut dapat dijangkau oleh pasien yang membutuhkan.