Orangtua WNI Tentara Bayaran Rusia: Rendi Apriyanto Tewas Tak Bisa Hindari Bom Drone Ukraina

Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB
Seorang pemuda asal Natuna tewas akibat serangan drone Ukraina saat menjadi tentara bayaran Rusia. (Batamnews)
BACA 10 DETIK
  • Pemuda asal Natuna bernama Rendi Apriyanto meninggal dunia saat menjadi tentara bayaran Rusia.

  • Korban tewas pada 20 September 2026 akibat serangan gelombang drone militer Ukraina.

  • Orang tua korban membenarkan kabar duka tersebut setelah menerima informasi dari rekan Rendi.

Suara.com - Pemuda asal Air Tawar, Ranai Darat, Kabupaten Natuna bernama Rendi Apriyanto dilaporkan meninggal dunia di tengah pertempuran antara Rusia dan Ukraina. Korban tewas setelah bom dari pesawat nirawak militer Ukraina menghantam wilayah Rusia pada 20 September 2026.

Isu keterlibatan WNI dalam konflik Eropa Timur kini terbukti merenggut nyawa warga lokal Natuna secara nyata. Peristiwa ini menyingkap fenomena langka masuknya pemuda Indonesia ke dalam barisan tentara bayaran Rusia di medan perang internasional.

Kehilangan ini menjadi pukulan telak bagi keluarga di daerah yang tidak pernah membayangkan anaknya tewas di negeri jauh.

Pemuda asal Natuna Rendi Apriyanto tewas akibat serangan drone Ukraina saat menjadi tentara bayaran Rusia. (Batamnews)

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh kedua orang tua korban, Rustamal dan Eniyanti, saat ditemui di kediaman mereka pada Selasa pagi, 29 September 2026.

Pasangan suami istri tersebut membenarkan bahwa putra mereka bergabung sebagai tentara bayaran untuk pasukan Rusia.

Informasi kematian Rendi pertama kali mengalir dari rekan sesama pekerja asal Indonesia yang bertugas di bagian logistik militer Rusia.

Serangan udara masif dari pihak Ukraina itu menyasar ibu kota Moskow serta beberapa area strategis Rusia lainnya. Hantaman pesawat nirawak yang datang bertubi-tubi membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri dari area ledakan.

"Iya, kami mendapat informasi awal dari rekannya yang sama-sama di Rusia pada Sabtu malam 26 September 2026. Rendi terkena serangan drone dari Ukraina sewaktu Rusia mengadakan pemilu. Di situlah terjadinya serangan drone itu. Di situ anak saya tidak bisa menghindar lagi, karena banyaknya drone," kata Rustamal, dikutip dari Batamnews.

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina terus menelan korban jiwa, termasuk warga negara asing yang terlibat dalam pertempuran.

Kepulauan Natuna yang berbatasan langsung dengan perbatasan laut internasional kini meratapi salah satu putranya yang gugur ribuan kilometer dari tanah air.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com