- Saksi Ahmad Taufik mengungkapkan jemaah haji kuota tambahan 2024 wajib membayar biaya USD4 ribu di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis, 1/10/2026.
- Uang pungutan tersebut dikumpulkan dari penyelenggara haji dan disimpan secara aman di sebuah unit apartemen Cervino Village.
- Kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji Kementerian Agama ini menyeret empat terdakwa serta menimbulkan kerugian negara sebesar Rp622 miliar.
Suara.com - Mantan Staf Subbidang Pengkajian Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh) Ahmad Taufik mengungkapkan bahwa jemaah yang ingin menggunakan kuota tambahan haji tahun 2024 harus membayar commitment fee sebesar USD4 ribu.
Menurut dia, commitment fee tersebut kemudian dikumpulkan dan disimpan di Cervino Village Apartment.
Hal itu disampaikan Taufik dalam keterangannya sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2024-2024.
Dalam sidang ini, Taufik mengaku memerintahkan stafnya yang bernama Eris untuk mengumpulkan uang commitment fee dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk dibawa ke Himpuh.
"Pengumpulan itu dilakukan setelah ada nama-nama yang termuat dalam surat edaran dari Kementerian Agama?" kata jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
"Betul, Pak," jawab Taufik.
Lebih lanjut, Taufik mengatakan uang commitment fee yang dipatok ialah USD4 ribu per jemaah. Dia menyebut uang itu saat ini sudah dikembalikan kepada para PIHK.
"4.000 USD, oke. Seingat Saudara, berapa yang berhasil dikumpulkan pada periodisasi itu?" tanya jaksa.
"Datanya ada di BAP Pak, saya sekarang sudah nggak ingat, tapi seperti yang tadi sempat dilihat itu sekitar ada 690-an ya, Pak," jawab Taufik.
"696?" lanjut jaksa.
"690 apa 695 gitu Pak, saya kurang ingat, kurang lebih seperti itu," sahut Taufik.
"Apakah uang itu seluruhnya sudah dikembalikan ke PIHK-PIHK?" cecar jaksa.
"Sudah, Pak," timpal Taufik.
Taufik mengatakan uang commitment fee yang dikumpulkan saat itu disimpan di Cervino Village agar uang tersebut aman.
"Di mana itu?" tanya jaksa.