Eks Kapolores Malang Diangkat Jadi Koorspripim Polri, Pengamat: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:52 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]
BACA 10 DETIK
  • Eks Kapolres Malang Kombes Pol Ferli Hidayat resmi dikukuhkan sebagai Koorspripim Polri setelah sebelumnya menjabat pejabat sementara.
  • Pengamat hukum olahraga Eko Maung menyatakan pengangkatan tersebut merupakan hak prerogatif petinggi Polri yang tidak terkait hukum olahraga.
  • Eko Maung mengingatkan semua pihak agar tidak pernah melupakan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 136 korban jiwa.

Suara.com - Eks Kapolres Malang Kombes Pol Ferli Hidayat resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.

Sebelum dikukuhkan secara definitif, Ferli lebih dahulu menjabat sebagai Pejabat Sementara (Ps) Koorspripim Polri.

Jabatan baru Ferli ini memiliki peran penting dalam membantu pelaksanaan tugas kedinasan dan tugas khusus Kapolri serta Wakapolri.

Terkait pengangkatan Ferli Hidayat sebagai Koorspripim Polri, pengamat dan peniliti hukum olahraga Eko Noer Kristiyanto atau yang dikenal Eko Maung, tidak mau berasumsi dan tidak ingin berkomentar lebih jauh karena menurutnya ada diskresi dan hak prerogatif dari petinggi Polri.

Tangkapan layar dua video AKBP Ferli Hidayat memerintahkan anggotanya tak membawa senpi dan tak melakukan kekerasan pada Aremania sebelum Tragedi Kanjuruhan. - (ist)

"Kan ada hal-hal diskersi sama prerogatif, yang pertimbangannya pun saya gak ngerti dan gak tahu. Karena setiap pergantian pucuk pimpinan tertinggi hal yang biasa terlepas dari kasusnya apa," kata Eko Maung kepada Suara.com, Jumat 9 Oktober 2026.

Ditegaskan Eko dari kacamata hukum olahraga, pengakatan Ferli Hidayat pada posisi barunya sama sekali tidak ada hubungannya. Meski pun tak bisa diabaikan bahwa Ferli Hidayat jadi salah satu petinggi kepolisian saat tragedi Kanjuruhan terjadi.

Terpenting menurut Eko Maung, soal tragedi Kanjuruhan ini jangan sampai dilupakan semua pihak.

"Yang jelas Traegdi Kanjuruhan tidak boleh dilupakan. Korbannya juga jangan dilupakan. Semua yang terkait tragedi Kanjuruhan jangan diabaikan," jelas Eko.

Ditegaskan oleh Eko mau mengingat selalu Tragedi Kanjuruhan ialah ikhitar dari para suporter atas peristiwa yang menewaskan 136 Aremania tersebut.

"Ini ikhtiar kita sebagai suporter. Bahkan pada 2024 itu di Bandung, cuma komunitas kami yang kecil, Bobotoh Club gelar doa bersama secara monumental dan resmi, biar gak lupa" ujar Eko.

Eko Maung juga mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan Tragedi Kanjuruhan. Salah satunya ialah dengan membangun monumen peringatan Tragedi Kanjuruhan.

"Kalau dari otorias atau pemerintah banyak hal, entah bangun monumen di tribun atau apa yah, tapi malah gak yah," jelasnya.

Nama Ferli Hidayat tak asing buat pecinta sepak bola nasional, khususnya pendukung Arema FC atau Aremania.

Ferli ialah Kapolres Malang saat peristiwa kelam dalam sepak bola nasional terjadi Tragedi Kanjuruhan.

Ferli sempat dicopot sebagai Kapolres Malang dua hari setelah pecah tragedi Kanjuruhan.

Keputusan tersebut disampaikan setelah evaluasi terhadap tragedi yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Ferli kemudian dimutasi sebagai perwira menengah di Staf Sumber Daya Manusia Polri, sedangkan jabatan Kapolres Malang selanjutnya diisi AKBP Putu Kholis Aryana.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com