- Gubernur Pramono Anung meninjau pembangunan Embung Kebagusan di Pasar Minggu pada Selasa, 13 Oktober 2026.
- Embung seluas dua hektare tersebut dibangun untuk menahan delapan persen air DAS Mampang dan Krukut.
- Dinas SDA DKI Jakarta menargetkan fasilitas pengendali banjir ini mulai beroperasi pada bulan Februari 2027.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengandalkan Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk menekan risiko banjir dan genangan.
Embung seluas sekitar dua hektare itu diharapkan mampu menahan hingga delapan persen air dari daerah aliran sungai (DAS) Mampang dan Krukut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pembangunan embung tersebut pada Selasa (13/10/2026).
Ia mengatakan, pembangunan embung menjadi bagian dari strategi penanganan banjir yang dilakukan secara menyeluruh, bersama pembangunan waduk dan normalisasi sungai.
"Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang mempersiapkan penanganan banjir secara menyeluruh, baik itu membangun embung, waduk, dan juga normalisasi tiga sungai yang ada: Ciliwung, Krukut, dan Cakung," ujarnya.
Embung Kebagusan dibangun untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui sistem Saluran Penghubung (Phb) Joe.
Keberadaan tampungan air ini diharapkan dapat mengurangi potensi genangan di kawasan sekitarnya, terutama yang dipengaruhi aliran DAS Mampang dan Krukut.
“Mudah-mudahan dengan penanganan banjir, walaupun pasti masih terjadi, mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Dari hitungan secara teoritis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen,” jelasnya.
Tak hanya untuk pengendalian banjir, air yang tertampung di embung tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Pemprov DKI berencana mengoptimalkan pemanfaatan air itu melalui kerja sama Dinas Sumber Daya Air (SDA) dengan PAM JAYA.
Menurut Pramono, air embung nantinya bisa dimanfaatkan warga, termasuk penghuni apartemen di sekitar lokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menargetkan tiga embung dan waduk mulai beroperasi pada Februari 2027.
Infrastruktur pengendali banjir serupa juga dibangun di sejumlah lokasi di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.