Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:01 WIB
Pekerja proyek bentrok dengan Satpol PP di Kebayoran Baru. (Kolase/Instagram @infonesiaku.id)
BACA 10 DETIK
  • Petugas Satpol PP dan pekerja proyek terlibat keributan saat penertiban parkir liar di Bulungan, Kebayoran Baru pada 8 Oktober 2026.
  • Kedua belah pihak sepakat menempuh jalur damai dan melakukan pencabutan laporan polisi di Polsek Kebayoran Baru.
  • Pihak terlapor menyanggupi seluruh biaya pengobatan korban sehingga penyelidikan kasus tersebut resmi dihentikan oleh pihak kepolisian.

Suara.com - Kasus cekcok antara petugas Satpol PP dan pekerja proyek saat penertiban parkir liar di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berakhir damai. Korban telah mencabut laporan polisi setelah kedua belah pihak menjalani mediasi.

Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma mengatakan, kesepakatan damai dicapai dalam mediasi di Polsek Kebayoran Baru. Pihak terlapor juga telah menyanggupi biaya pengobatan dan kebutuhan lain korban.

"Korbannya sudah cabut laporan. Kemarin mereka berdamai, mediasi di Polsek, kami fasilitasi,” kata Nugrahadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Nugrahadi tidak merinci alasan korban mencabut laporan.

Ia meminta hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada korban, tetapi memastikan biaya pengobatan telah dibicarakan dalam proses mediasi yang didampingi kepolisian.

"Yang jelas biaya pengobatan dan segala macam dari perwakilannya ada yang mediasi sama mereka, sama korban, didampingi kami juga,” ujarnya.

Dengan dicabutnya laporan tersebut, penyelidikan kasus dihentikan. Kedua belah pihak juga telah saling memaafkan.

"Iya, stop. Diselesaikan saling memaafkan,” tuturnya.

Parkir Liar

Peristiwa cekcok itu terjadi pada Kamis (8/10/2026), saat petugas gabungan menertibkan parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan.

Kepala Satpol PP Kebayoran Baru Diki Zulkarnain sebelumnya menjelaskan, penertiban dilakukan setelah lokasi tersebut kerap menjadi objek pengaduan masyarakat.

Menurut Diki, keributan dipicu ketidakpuasan pekerja proyek terhadap penertiban kendaraan. Mereka menganggap lokasi tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan pihak perusahaan.

Situasi sempat mereda setelah petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif.

Namun, kondisi kembali memanas ketika sejumlah orang berdatangan dan diduga memprovokasi situasi. Insiden itu berujung pada aksi pelemparan ke arah petugas dan kekerasan terhadap petugas di lokasi.

Manajemen PT PP selaku penanggung jawab proyek, juga telah meminta maaf dan bersedia menanggung biaya pengobatan petugas Satpol PP yang terluka.
Meski demikian, pihak Satpol PP saat itu menyatakan proses hukum tetap ditempuh berdasarkan laporan yang telah dibuat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com