- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meluruskan isu nepotisme terkait pengangkatan anaknya sebagai tenaga ahli kementerian.
- Keluarga dan santri membantu operasional awal instansi tanpa gaji selama berbulan-bulan karena ketiadaan struktur organisasi dan staf.
- Keterbatasan jumlah pegawai membuat kementerian mengerahkan seluruh sumber daya dan tenaga tambahan demi menjaga kelancaran pelayanan jemaah.
Ia menyebut bahwa langkah pemanfaatan seluruh potensi yang ada murni dilakukan demi menjaga kontinuitas pelayanan jemaah haji di tengah masa transisi dan keterbatasan sumber daya manusia.
"Karena itu dengan berbagai kelemahan, dengan kekurangan kita ambil mana yang bisa dalam rangka memberikan pelayanan kepada jemaah haji," ujarnya.
Ditambahkan Gus Irfan bahwa penggunaan tenaga tambahan dan outsourcing tersebut bersifat sementara, dan akan dikembalikan secara bertahap begitu porsi pegawai tetap kementerian telah terpenuhi secara ideal.
Meskipun dalam hal ini ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait posisi dua anaknya saat ini apakah masih berstatus sebagai tenaga ahli atau tidak.
"Pada saatnya nanti semua tenaga tercukupi maka outsourcing-outsourcing akan secara bertahap kita kembalikan-kembalikan lagi. Itu yang terjadi," tegasnya.