- PT Jasa Marga mengoptimalkan pemeliharaan jalan tol secara berkala untuk menjaga keselamatan dan kualitas infrastruktur sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.
- Anak usaha Jasa Marga melakukan penambalan, pengupasan aspal, hingga rekonstruksi berat guna memenuhi Standar Pelayanan Minimal jalan tol.
- Tantangan utama pemeliharaan berasal dari kendaraan berlebih muatan yang mempercepat kerusakan struktur perkerasan jalan tol tersebut.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengoptimalkan pemeliharaan atau preservasi jalan tol secara berkala untuk menjaga kualitas infrastruktur, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan. Sejumlah pekerjaan dilakukan dengan penyesuaian waktu pengerjaan, termasuk pada malam hari, guna meminimalkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan preservasi menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan jalan tol di tengah tingginya beban lalu lintas setiap hari. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi perkerasan dan tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan.
“Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, pemeliharaan yang tepat diperlukan untuk mempertahankan kualitas infrastruktur dalam jangka panjang. Kondisi jalan tol yang terjaga juga berperan dalam mendukung perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Jasa Marga menjalankan program preservasi melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM). Upaya ini juga ditujukan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
Jasa Marga Perkuat Kualitas Layanan Jalan Tol
Rivan menjelaskan, preservasi merupakan bagian dari transformasi layanan Jasa Marga yang berorientasi pada customer experience atau pengalaman pelanggan dan customer journey atau perjalanan pelanggan.
Perseroan memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yakni preservasi jalan tol, pengelolaan rest area, dan layanan informasi jalan tol. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Danantara Indonesia untuk mendorong transformasi pelayanan BUMN dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Jasa Marga terus memperkuat integrasi tiga pilar layanan meliputi preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol, sebagai bagian dari transformasi pelayanan untuk meningkatkan customer experience,” katanya.
Selain pemeliharaan rutin, Jasa Marga menyoroti kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) sebagai salah satu tantangan dalam menjaga kondisi jalan tol.
Kendaraan yang membawa muatan melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan. Dampaknya, umur layanan jalan tol berpotensi lebih pendek dan kebutuhan pemeliharaan meningkat.
“Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol,” kata Rivan.
Pekerjaan Preservasi Dilakukan dengan Berbagai Metode
Jasa Marga menyesuaikan metode pemeliharaan dengan jenis dan tingkat kerusakan jalan. Untuk kerusakan ringan, penanganan dilakukan melalui patching atau penambalan pada bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, metode scrapping & filling diterapkan dengan mengupas lapisan aspal yang kualitasnya menurun, kemudian menggantinya dengan lapisan baru. Metode ini digunakan sesuai kebutuhan teknis dan kondisi perkerasan di lapangan.