Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB
Sales Mission, mempertemukan pelaku industri pariwisata Jakarta dengan calon mitra bisnis di berbagai negara. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Dinas Parekraf DKI Jakarta melaksanakan Sales Mission internasional ke Malaysia, Tiongkok, dan India.
  • Kegiatan promosi pariwisata tersebut berhasil mencatatkan total potensi transaksi bisnis sebesar Rp51,47 miliar.
  • Strategi ini mendukung target ambisius Pemprov DKI menjadikan Jakarta sebagai kota global teratas.

Suara.com - Jakarta terus memperluas jangkauan promosi pariwisatanya ke pasar internasional. Salah satu langkah yang ditempuh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Andhika Permata adalah melalui Sales Mission, yakni mempertemukan pelaku industri pariwisata Jakarta dengan calon mitra bisnis di berbagai negara.

Strategi ini dilakukan dengan mendatangi langsung pasar potensial, membangun jejaring bisnis, sekaligus memperkenalkan beragam daya tarik Jakarta kepada pelaku industri pariwisata internasional. Kawasan Asia menjadi salah satu sasaran utama, dengan rangkaian kegiatan yang menjangkau Malaysia, Tiongkok, dan India.

Di Malaysia, Sales Mission dilaksanakan di Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Melaka. Promosi kemudian berlanjut ke Tiongkok melalui Xiamen, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen, serta India melalui New Delhi dan Mumbai.

Pendekatan tersebut menjadi upaya untuk memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta.

Potensi Transaksi Tembus Rp51,47 Miliar

Rangkaian Sales Mission di sejumlah pasar Asia menghasilkan potensi transaksi atau leads yang mencapai sekitar Rp51,47 miliar berdasarkan angka dari berbagai kegiatan yang dilaporkan.

Dari pasar Malaysia, kegiatan yang dilaksanakan di Johor Bahru, Melaka, dan Kuala Lumpur menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp10,54 miliar, dengan potensi kunjungan mencapai 6.924 orang.

Sementara itu, Sales Mission di pasar Tiongkok mencatat potensi transaksi sebesar Rp8,53 miliar dengan potensi kunjungan 3.176 orang. Rangkaian kegiatan lainnya di Tiongkok juga menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp6,91 miliar.

Adapun dari pasar India, Sales Mission di New Delhi dan Mumbai menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp25,49 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan adanya peluang bisnis yang dapat dikembangkan melalui promosi langsung dan pertemuan antarpelaku industri. Meski masih berupa potensi transaksi, angka tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat respons pasar terhadap penawaran produk wisata Jakarta.

Jika peluang tersebut dapat dikonversi menjadi kunjungan wisatawan, dampaknya berpotensi menjangkau berbagai sektor, mulai dari hotel, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, UMKM, hingga industri ekonomi kreatif.

Promosi Langsung, Bangun Koneksi Bisnis

Melalui Sales Mission, promosi pariwisata Jakarta tidak hanya mengandalkan penyebaran informasi mengenai destinasi. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi pelaku industri untuk bertemu langsung, menjajaki kerja sama, dan memahami kebutuhan pasar di negara sasaran.

Pertemuan bisnis dilakukan melalui sesi table top dengan skema round robin, yang memungkinkan pelaku industri pariwisata Jakarta atau sellers berinteraksi dengan calon mitra atau buyers. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan presentasi mengenai kebijakan pariwisata Jakarta, pengenalan produk wisata, pembaruan informasi destinasi, serta networking dinner.

Interaksi langsung ini menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk menawarkan paket perjalanan sekaligus memperoleh masukan mengenai preferensi dan kebutuhan wisatawan dari masing-masing pasar.

Bagi Jakarta, pemahaman terhadap karakter wisatawan menjadi salah satu aspek penting dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih relevan. Setiap pasar memiliki potensi dan karakteristik berbeda sehingga pendekatan promosi perlu disesuaikan agar mampu menjangkau calon wisatawan secara lebih efektif.

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Andhika Permata, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata melalui koneksi bisnis dan perluasan jejaring internasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com