- Kajian EPPOS PolGov UGM mencatat durasi pidato Presiden Prabowo Subianto meningkat hampir tiga kali lipat selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026.
- Peneliti mendokumentasikan 311 insiden ucapan tidak pantas dalam pidato publik, yang sebagian besar terjadi pada acara kenegaraan dan program pemerintah.
- Peningkatan durasi dan retorika antagonistik tersebut beriringan dengan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan dari 80,5 persen menjadi 58 persen.
"Sasarannya pengkritik tapi panggungnya forum negara. Pengkritik umum (71) adalah sasaran terbesar, disusul pejabat/birokrat sendiri (41) dan akademisi/orang pintar (38)," ujarnya.
Retorika Antagonistik Menguat
Kajian tersebut juga menemukan kecenderungan retorika Prabowo yang semakin populis dan antagonistik. Peneliti mendeteksi penguatan narasi yang membagi kelompok menjadi pihak "rakyat yang bersih" dan kelompok "elit atau pihak asing yang jahat".
Menurut Arya, retorika yang mempertentangkan kelompok "kita" dan "mereka" semakin tajam. Rata-rata skor antagonisme dalam pidato Prabowo disebut meningkat 34 persen dalam setahun.
Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan mengumpulkan rekaman pidato, menyusun transkrip, serta mengategorikan pernyataan melalui pengodean manual, bantuan model bahasa besar (large language model/LLM), dan analisis statistik.