Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:51 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mengancam kelestarian lukisan gua purba di Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Kebakaran hutan dan lahan di Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, menghanguskan lebih dari 270 hektare kawasan taman nasional pada Oktober 2026.
  • Kobaran api sempat mendekati situs lukisan gua purba berusia puluhan ribu tahun hingga berjarak sekitar 800 meter.
  • Panas dan asap dari kebakaran tersebut berisiko mempercepat pelapukan serta merusak detail karya seni prasejarah secara permanen.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mengancam kelestarian lukisan gua purba di Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Panas dan asap kebakaran dikhawatirkan mempercepat kerusakan karya seni prasejarah yang usianya diperkirakan mencapai 67.800 tahun.

Ancaman ini muncul di tengah kebakaran yang disebut sebagai salah satu yang terburuk di Indonesia dalam lebih dari satu dekade.

Upaya pemadaman dan penanganan karhutla di enam wilayah prioritas pun terus ditingkatkan.

Lukisan gua tersebut merupakan bagian dari warisan arkeologi penting yang membantu mengungkap sejarah awal manusia.

Salah satu temuan menggambarkan figur menyerupai manusia yang berinteraksi dengan seekor babi, sementara lukisan lainnya berupa cap tangan berwarna kemerahan.

Kerugian Karhutla Bisa Capai Ratusan Triliun, Pakar Ingatkan Dampaknya Berlangsung Puluhan Tahun

Api Sempat Mendekati Kawasan Gua

Kebakaran terjadi di sekitar kawasan Maros-Pangkep, yang dikenal dengan bentang alam karst berupa perbukitan batu kapur. Kawasan ini juga menjadi bagian dari taman nasional dan UNESCO Global Geopark.

Petugas pemadam kebakaran, Muhammad Ikfar, mengatakan api berkobar di dekat situs bersejarah tersebut selama lebih dari sepekan pada awal Oktober.

Kobaran api dilaporkan sempat mendekati gua hingga jarak sekitar 800 meter.

Menurut Ikfar, kebakaran menghanguskan lebih dari 270 hektare kawasan taman nasional dalam periode 30 September hingga 18 Oktober 2026.

Meski api tidak menyentuh permukaan lukisan secara langsung, ancaman kerusakan tetap membayangi.

Perubahan suhu akibat panas kebakaran dapat mempercepat proses pelapukan lukisan yang telah bertahan selama puluhan ribu tahun.

Panas Bisa Merusak Lukisan Purba

Arkeolog dari Universitas Griffith, Australia, Basran Burhan, menjelaskan bahwa panas merupakan ancaman terbesar bagi lukisan gua tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com