Kemenhub Pastikan Tak Ada Bandara Ditutup Imbas Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:05 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa (kanan), di Jakarta, Senin (26/10/2026). ANTARA/Harianto
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Perhubungan mencatat 1.700 penerbangan dibatalkan akibat karhutla di berbagai wilayah Indonesia selama 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026.
  • Meskipun tidak ada penutupan bandara, operasional penerbangan mengalami penyesuaian jadwal dan pengalihan waktu terbang berdasarkan jarak pandang.
  • Pemerintah menerbitkan aturan mitigasi serta memberikan izin operasional bagi 42 unit helikopter untuk menangani kebakaran hutan.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu ribuan penerbangan di Indonesia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sekitar 1.700 penerbangan dibatalkan sepanjang 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026, meski tidak ada bandara yang ditutup akibat bencana tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan, operasional bandara di wilayah terdampak tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal berdasarkan kondisi cuaca dan jarak pandang.

“Jadi tidak ada bandara yang ditutup ya. Tidak ada bandara yang ditutup,” kata Lukman di Jakarta, Senin (26/10), dikutip dari ANTARA.

Salah satu penyesuaian dilakukan di Bandara Pontianak. Penerbangan yang sebelumnya dijadwalkan pada siang hari dialihkan ke malam hari ketika kondisi cuaca lebih mendukung.

“Seperti di Pontianak yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat cuaca cerah di malam hari. Itu tetap ada penerbangan,” ujarnya.

Kemenhub mencatat, sebanyak 3.030 penerbangan terdampak karhutla selama periode 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026. Gangguan tersebut mencakup 154 rute penerbangan, dengan dampak terbesar pada rute menuju Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun.

Sementara itu, penerbangan perintis turut terdampak sebanyak 617 penerbangan di wilayah Papua, Kalimantan, dan Maluku.

Pada periode 18-25 Oktober 2026 saja, terdapat 78 bandara yang terdampak karhutla. Sebanyak 70 bandara berada di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, tujuh bandara dikelola Angkasa Pura, dan satu bandara merupakan bandara swasta.

Meski demikian, kondisi di sejumlah wilayah mulai membaik. Lukman menyebut jumlah bandara terdampak di Papua berkurang dari 12 menjadi tujuh bandara seiring membaiknya cuaca dan kembali lancarnya aktivitas penerbangan.

“Yang jelas kalau area-area yang saat ini kan mulai berkurang kayak Papua yang tadinya 12 bandara sekarang tinggal 7 gitu kan. Makin berkurang (bandara terdampak) sih, benar-benar musim hujan juga sudah bisa ada dan penerbangan bisa lebih lancar,” katanya.

Kemenhub Terbitkan Aturan Mitigasi Penerbangan

Untuk mendukung penanganan karhutla, Kemenhub juga telah menerbitkan izin operasional bagi 42 unit helikopter yang digunakan dalam kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, pemerintah menerbitkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE MHB 4 Tahun 2026 tentang peningkatan kewaspadaan sarana dan prasarana transportasi terhadap bahaya kebakaran hutan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE 19 Tahun 2026 mengenai mitigasi risiko dampak kebakaran hutan terhadap operasional penerbangan.

Ketentuan tersebut telah disampaikan kepada operator penerbangan, pengelola bandara, badan usaha angkutan udara domestik dan internasional, serta pengelola bandara swasta.

Kemenhub mengimbau seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla agar keselamatan penerbangan tetap terjaga di tengah gangguan cuaca dan jarak pandang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com