Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB
Rizky Ridho kritik rumput JIS. [Dok. KitaGaruda]
BACA 10 DETIK
  • PT Jakpro menanggapi kritik Rizky Ridho terkait buruknya kualitas rumput JIS saat laga Persija versus Persik Kediri pada 26 Oktober 2026.
  • Dirut Jakpro Iwan Takwin menyatakan pihaknya terus menggenjot inovasi teknis pembenahan lapangan meski masih terkendala masalah kerataan permukaan.
  • Desain atap buka-tutup JIS menyebabkan keterbatasan sinar matahari sehingga menghambat pertumbuhan maksimal rumput stadion di Jakarta Utara tersebut.

Suara.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) merespons kritik pedas kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, yang menyoroti buruknya mutu rumput Jakarta International Stadium (JIS) saat timnya dituntut merebut gelar juara.

Bek andalan Timnas Indonesia itu sebelumnya mengeluhkan kondisi rumput JIS yang ia nilai belum layak untuk menggelar pertandingan resmi sepak bola dalam laga kontra Persik Kediri pada Senin (26/10/2026) malam.

Menanggapi keluhan tersebut pada Selasa (27/10/2026), Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin menegaskan bahwa pembenahan lapangan terus digenjot melalui serangkaian inovasi teknis.

"Untuk treatment rumput, terus kami lakukan perbaikan dan inovasi. Kemarin sejak dari selsaai konser kami hanya butuh seminggu rumput sudah terpasang, yang biasanya butuh waktu sampai 4 bulan. Kemarin kami hanya menyelesaikan dalam seminggu," ujar Iwan saat dikonfirmasi.

Kendati proses pemasangan berlangsung kilat pascaperhelatan konser musik, Iwan tidak menampik bahwa ihwal kerataan permukaan lapangan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dikejar.

"Ke depan, kami akan tambahkan metode lagi agar supaya kerataan rumput bisa kami kejar kurang dari seminggu," tuturnya.

Di sisi lain, Iwan mengklaim bahwa kualitas rumput JIS sejatinya telah menunjukkan kemajuan berarti, terutama pada daya cengkeram akar di lapangan saat laga berjalan.

"Jadi inovasi terus kami lakukan dengan adanya nursery, dengan metode gulung dan gelar, serta metode cutting yang lebih rapi. Alhamdulillah juga kemarin kekuatan akar rumput juga lebih bagus, sehingga minim bahkan tidak ada lagi rumput yang copot saat pertandingan," jelas Iwan.

Ia pun meluruskan anggapan yang menuding agenda konser musik sebagai faktor tunggal penyebab rumput belum tumbuh maksimal di stadion megah Jakarta Utara tersebut.

Desain fisik JIS yang mengusung konsep atap buka-tutup diakui turut menghadirkan tantangan tersendiri bagi kesuburan rumput lapangan utama. "Jadi sinar matahari sangat terbatas," kata Iwan.

Pengelola stadion berjanji terus membenahi kekurangan yang ada demi kenyamanan bertanding seluruh pesepak bola, termasuk skuad Macan Kemayoran.

"Kami akan terus lakukan perbaikan dan inovasi untuk kesempurnaan rumput JIS. Ada atau nggak ada konser, rumputnya tetap harus di treatment di luar lapangan, supaya tumbuhnya lebih sempurna," tandas Iwan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com