Bantu Warga Dapatkan Kerja, Pemprov DKI Tebus Ribuan Ijazah Tertahan Senilai Rp4,67 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:24 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengucurkan dana bantuan sebesar Rp4,67 miliar untuk menebus dokumen kelulusan milik 2.810 warga yang sempat tertahan akibat kendala biaya sekolah. (Foto dok. Pemprov DKI)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur Pramono Anung menyalurkan dana Rp4,67 miliar di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap II tersebut menebus dokumen kelulusan 2.810 warga yang tertahan akibat biaya sekolah.
  • Kebijakan ini bertujuan agar ribuan warga dapat melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan demi masa depan mereka.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucurkan dana bantuan sebesar Rp4,67 miliar untuk menebus dokumen kelulusan milik 2.810 warga yang sempat tertahan akibat kendala biaya sekolah.

Penyaluran bantuan bertajuk Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Momentum pengumuman kebijakan tersebut bertepatan dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Langkah ini dirancang guna memangkas aral ekonomi masyarakat agar para pemilik ijazah kembali leluasa melanjutkan pendidikan maupun mengakses lapangan kerja.

Ilustrasi ijazah milik para pegawai sebagai syarat melamar kerja. (Ist)

Pramono menegaskan, keterbatasan finansial tidak boleh menjadi ganjalan bagi generasi muda dalam menjemput masa depan yang lebih cerah.

“Program ini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, yaitu jangan sampai anak muda kehilangan kesempatan hanya karena ijazahnya tertahan,” ujarnya.

"Setelah ijazah dapat diakses kembali, mereka harus punya kesempatan melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, dan membangun masa depan," Pramono menambahkan.

Secara terperinci, total anggaran senilai Rp4.671.693.000 dialokasikan untuk para lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.

Kelompok lulusan SMK tercatat mendominasi daftar penerima manfaat dengan jumlah mencapai 1.104 orang.

Selain lulusan kejuruan, bantuan ini menyasar 911 lulusan SMP, 304 lulusan SMA, 289 lulusan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), 199 lulusan SD, serta tiga lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan, ketepatan sasaran penerima melalui tahapan pendataan, verifikasi, hingga validasi berjenjang bersama satuan pendidikan terkait.

Melalui ikhtiar pemutihan ini, para lulusan diharapkan dapat segera memanfaatkan dokumen kelulusannya untuk melamar pekerjaan atau mengasah kemahiran hidup.

Saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Pramono mengingatkan bahwa pencapaian prestasi generasi muda harus senantiasa beriringan dengan kepekaan nurani terhadap sesama.

“Sebab, nasionalisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ucap eks Sekretaris Kabinet (Seskab) tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bertekad terus membuka keran akses pendidikan seluas-luasnya demi mencetak tunas bangsa yang berdaya saing.

“Kami berpesan, masa depan bangsa sedang kita bangun sekarang. Pemprov DKI akan terus membuka akses pendidikan dan kesempatan bagi generasi muda agar mereka tumbuh patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” pungkas Pramono.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com