-
Tabrakan kereta cepat di Spanyol menewaskan 68 orang akibat kesalahan pengawasan sistem kontrol otomatis.
-
Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari di tengah investigasi kelalaian lalu lintas kereta.
-
Insiden maut ini merupakan bencana perkeretaapian kedua yang menghantam Spanyol dalam kurun waktu satu tahun.
Psikolog Palang Merah Carmen Garcia mengindikasikan bahwa proses pendampingan mental akan memakan waktu cukup panjang.
"Setiap orang akan menghadapinya dengan cara mereka sendiri," kata Garcia.
Ia menambahkan kondisi emosional warga di lokasi penampungan sangat beragam.
"Kami memiliki orang-orang yang syok, yang belum menerima apa yang terjadi, orang-orang marah, sedih, dan cemas. Masa berduka ini akan menjadi rumit," lanjut Garcia.
Guna mempercepat proses identifikasi jenazah, kepolisian Garda Sipil membuka empat kantor identifikasi khusus. Fasilitas sampel DNA dipusatkan di Kota Madrid, Toledo, Cordoba, dan Seville.
Aksi kemanusiaan juga marak dilakukan masyarakat dengan mendatangi titik-titik donor darah di Madrid serta Castilla-La Mancha. Dukungan moral terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat untuk menguatkan para penyintas.
Pastor paroki Desa Urda, Jose Miguel Fernandez, turut hadir memberikan dukungan spiritual kepada keluarga yang berkumpul di posko krisis. Ia menekankan pentingnya kehadiran fisik untuk meredakan kepedihan para korban.
Fernandez menyampaikan pendekatan emosional yang diperlukannya saat ini.
"Yang paling penting adalah berada bersama kerabat korban, agar mereka merasakan kedekatan, karena kata-kata di saat seperti ini tidak ada gunanya, tetapi pelukan sangat membantu," tutur Fernandez.
Ia juga menceritakan pemandangan memilukan saat dirinya tiba di lokasi pemandangan tak lama setelah insiden terjadi. Fernandez mengenang, tempat itu dipenuhi "gambaran kehancuran, keputusasaan, ketidakpastian, kematian."
Kecelakaan tragis ini menjadi bencana kereta api kedua yang melanda jaringan transportasi cepat Spanyol dalam setahun terakhir. Pada Januari lalu, tabrakan serupa di Andalusia merenggut 46 nyawa akibat gerbong anjlok yang berpindah ke jalur berlawanan.
Rentetan musibah ini memicu gelombang kritik tajam terhadap keandalan sistem keamanan kereta api di bawah kepemimpinan pemerintah sayap kiri. Isu keselamatan publik kini menjadi sorotan utama di tengah persiapan jelang pemilu dipercepat pada 29 November mendatang.