Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB
Suasana kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (14/3/2025) [Suara.com/ANTARA]
BACA 10 DETIK
  • Wagub DKI Jakarta Rano Karno menemui Wagub Tokyo Tomohide Sato di Tokyo pada Selasa, 27 Oktober 2026.
  • Pertemuan tersebut membahas rencana revitalisasi Kota Tua Jakarta dengan meniru tata kelola distrik bersejarah ala Tokyo.
  • Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan fungsi museum serta meningkatkan daya tarik kawasan demi mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.

Suara.com - Wajah kawasan cagar budaya Kota Tua Jakarta diproyeksikan bakal semakin memikat lewat penjajakan tata kelola kawasan bersejarah ala Tokyo.

Rencana revitalisasi mencuat saat Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersua dengan Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato di Tokyo Metropolitan Government, Selasa (27/10/2026).

Melalui forum bilateral itu, Jakarta berencana memoles kawasan Kota Tua agar kian berdaya pikat tanpa mengikis keluhuran nilai sejarah dan budayanya.

Dalam perjumpaan tersebut, Rano menyampaikan keinginan Jakarta untuk berguru pada kematangan Tokyo dalam merawat distrik legendaris seperti Asakusa dan Kagurazaka.

“Kami ingin bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, khususnya dalam melibatkan masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Kemitraan yang telah terjalin sejak 23 Oktober 1989 ini turut dimanfaatkan untuk menyegarkan kembali fungsi museum sebagai ruang publik edukatif.

Jakarta membuka peluang transfer pengetahuan dengan Tokyo seputar konservasi koleksi pusaka, serta pemanfaatan sentuhan teknologi digital pada pameran museum.

Modernisasi tata pamer tersebut diikhtiarkan demi memantik antusiasme kalangan generasi muda dan anak-anak agar gemar berkunjung ke museum.

Pengelola museum dari kedua kota metropolitan ini juga diusulkan saling bertukar wawasan secara berkala guna memperkaya teknik pengelolaan galeri cagar budaya.

Kerja sama kebudayaan ini ditargetkan mampu melahirkan kawasan bersejarah ibu kota yang hidup, inklusif, sekaligus memberi berkah ekonomi bagi masyarakat setempat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com