- Sekitar 20 turis Israel membayar Rp48 juta kepada pedagang lokal akibat perselisihan dugaan pencurian di Gili Meno, Lombok, pada Kamis (29/10/2026).
- Pemeriksaan tas oleh aparat dan pemilik toko tidak menemukan barang yang hilang, meskipun rombongan merasa sangat dipermalukan atas kejadian tersebut.
- Setelah menyelesaikan pembayaran untuk menghentikan konflik, rombongan turis perempuan tersebut langsung meninggalkan Gili Meno menuju Bali pada hari Sabtu.
Suara.com - Sekitar 20 turis perempuan asal Israel dilaporkan membayar US$3.000 atau sekitar Rp48 juta kepada pedagang lokal untuk menyelesaikan perselisihan terkait dugaan pencurian barang di sejumlah toko di Pulau Gili Meno, Lombok, NTB.
Mengutip laporan media Malaysia, Sinar Harian, Kamis (29/10/2026), peristiwa itu bermula pada Jumat pekan lalu ketika seorang pemilik toko mengaku kehilangan sejumlah barang setelah rombongan turis tersebut mengunjungi tokonya.
Barang-barang yang dilaporkan hilang meliputi cincin, parfum, dan pakaian renang.
Dugaan pencurian itu kemudian memicu perselisihan antara para pedagang lokal dan rombongan turis yang sedang berlibur di kawasan wisata tersebut.
Setelah menerima laporan kehilangan, sejumlah pedagang lokal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengidentifikasi orang-orang yang dicurigai terlibat.
Foto rombongan turis tersebut kemudian disebarkan melalui media sosial guna membantu proses identifikasi.
Situasi semakin tegang ketika aparat setempat bersama beberapa pemilik toko dilaporkan mendatangi hotel tempat rombongan itu menginap.
Mereka memeriksa tas dan barang-barang pribadi para turis untuk mencari barang yang diduga hilang.
Salah seorang turis mengaku pemeriksaan tersebut membuat seluruh rombongan merasa dipermalukan, meskipun dugaan pencurian disebut hanya melibatkan individu tertentu.
"Ini merupakan pengalaman yang sangat memalukan dan sulit digambarkan dengan kata-kata," ujar salah seorang anggota rombongan.
Menurut keterangan rombongan turis tersebut, pemeriksaan terhadap barang-barang pribadi mereka tidak menemukan barang yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh para pedagang.
Meski demikian, mereka akhirnya sepakat membayar US$3.000 kepada pedagang lokal agar perselisihan tidak berlarut-larut.
Salah seorang perempuan yang secara khusus dituduh melakukan pencurian membantah tuduhan tersebut.
Ia menegaskan tidak mengambil barang apa pun dari toko yang dikunjungi rombongan mereka.
Setelah perselisihan tersebut, rombongan turis perempuan asal Israel itu meninggalkan Gili Meno menggunakan kapal feri menuju Bali pada Sabtu sore. Mereka dilaporkan kembali ke Israel pada hari berikutnya.