- Ribuan mahasiswa menggelar aksi Demo Indonesia Sadar memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.
- Oknum tak dikenal diduga membagikan teh kemasan berisi cairan berbusa beraroma sabun di lokasi unjuk rasa.
- Beberapa peserta aksi yang meminumnya merasakan rasa sabun, memicu kekhawatiran adanya upaya peracunan massa.
Suara.com - Demo Indonesia Sadar dilakukan ribuan mahasiswa dalam rangka Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam momen ini, banyak kejadian viral yang cukup mengkhawatirkan. Salah satunya adalah adanya dugaan oknum yang membagi-bagikan teh kemasan berisi sabun.
Sontak, oknum tersebut dinilai hendak meracuni peserta demo. Penampakan teh kemasan yang berbusa seperti diisi sabun ini dibagikan oleh akun X (Twitter) @/MurtadhaOne1.
"Ada upaya meracuni peserta aksi dengan membagikan teh botol kotak isi sabun," tulis @/MurtadhaOne1 dalam caption seperti dikutip Suara.com, Kamis, 29 Oktober 2026.
Dalam video, terlihat mahasiswa mengeluarkan isi teh kemasan tersebut. Ternyata, yang keluar adalah cairan berbusa. Mahasiswa ini lantas menjelaskan bahwa sudah ada korban yang mencoba minuman itu dan terasa seperti sabun.
"Jadi selama kita buka sedotan, dia pasti kebuka. Dapat laporan dari depan juga gitu. Dan wanginya itu wangi sabun. Dipencet ada busanya. Tadi sih aku gak nyoba, tapi tadi beberapa yang nyoba rasanya rasa sabun semua," jelas mahasiswa.
Menurut mahasiswa, teh itu bukan berasal dari mahasiswa atau peserta demo. Mereka menemukan kumpulan teh kemasan yang sudah diletakkan di tengah aksi seolah itu untuk membantu konsumsi peserta demo.
Hingga berita ini dipublikasikan, video tersebut sudah ditonton 160 ribu kali dan mendapatkan 5 ribu tanda suka. Kolom komentar pun penuh dengan ungkapan terkejut dan amarah.
"Ya Allah, beneran mereka kayaknya udah siap banget masuk neraka jalur ekspres. Astaghfirullahaladziim," komentar warganet.
"Gila ya jadi rakyat gini amat di Indonesia," tulis warganet.
"Jangan minum dan makan di tempat aski demo, kecuali bawa sendiri dan dari sumbangan relawan resmi yang sudah diorganisir oleh tim relawan demonstran," pesan warganet.
"Sengaja biar rasa kepercayaan warga antar warga berkurang, warga pendemo jadi gak mau nerima bantuan warga lagi. Jangan mau diadu domba tetap warga jaga warga," pesan lainnya.
"Siapapun dalang di balik kejahatan ini, yang jelas dia orang yang anti kritik," tambah warganet.
"@DivHumas_Polri @Puspen_TNI @DPR_RI kelakuan siapa ini?" tanya warganet.