Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB
Kronologis WNI Eks Sopir Taksi Tentara Bayaran Rusia: Latihan 10 Hari, Tewas di Pertempuran Pertama [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Muhammad Taufik, mantan sopir taksi asal Surabaya, tewas dalam pertempuran pertamanya bersama militer Rusia di Ukraina.
  • Korban diduga tergiur janji upah besar setelah mengirimkan CV dan menandatangani kontrak militer di Moskow pada 2026.
  • Setelah menjalani pelatihan singkat, ia ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan tewas di wilayah Donetsk.

Suara.com - Warga negara Indonesia (WNI), Muhammad Taufik, dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya saat bergabung dengan militer Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Lantas bagaimana pria yang sebelumnya bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta itu bisa menjadi tentara bayaran Rusia?

Menurut laporan intelijen Ukraina, Taufik merupakan salah satu warga asing yang direkrut Rusia untuk memperkuat pasukan di medan perang.

Berdasarkan paspor milik korban, Taufik ahir di Sorong pada 22 Mei 1978. Sebelum berangkat ke Rusia, ia diketahui menetap di Surabaya, Jawa Timur.

Di Indonesia, Taufik memiliki sejumlah pengalaman pekerjaan. Selain pernah menjadi sopir taksi di Jakarta, ia juga bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan pertanian.

Ia bahkan pernah bekerja di Amerika Serikat dan diketahui fasih berbahasa Inggris.

Warga negara Indonesia (WNI) bernama Muhammad Taufiq dilaporkan tewas saat menjalani pertempuran pertamanya bersama pasukan pendudukan Rusia di Ukraina. [Dok GUR]

Diduga Tergiur Tawaran Pekerjaan

Intelijen Ukraina menduga perekrut Rusia menemukan Taufik setelah pria tersebut mengirimkan riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) untuk mencari pekerjaan.

Tawaran pekerjaan itu diduga menjadi pintu masuk perekrutan. Taufik disebut tergiur dengan janji mendapatkan uang dalam jumlah besar sebelum akhirnya memutuskan berangkat ke Moskow.

Pada 19 April 2026, Taufik menandatangani kontrak dengan militer Rusia di Korolev, sebuah kota yang berada di dekat Moskow.

Dalam kontrak tersebut, ia menyepakati masa dinas selama satu tahun.

Setelah menandatangani kontrak, Taufik ditugaskan sebagai penembak senapan mesin.

Taufik kemudian dikirim ke pusat pelatihan militer di sekitar Voronezh.

Namun, masa pelatihannya terbilang sangat singkat.

Berdasarkan keterangan intelijen Ukraina, Taufik hanya menjalani pelatihan selama sekitar satu setengah minggu sebelum dipindahkan ke wilayah Ukraina yang diduduki Rusia pada awal Mei 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com