- Danantara Indonesia menggandeng BRIN dan 32 perguruan tinggi dalam DTIIF 2026 di Jakarta untuk mengkomersialkan hasil riset akademik demi masyarakat.
- Berbagai kementerian dan lembaga menandatangani kerja sama untuk mendukung pengembangan riset kesehatan, kendaraan listrik, dan energi terbarukan secara berkelanjutan.
- Danantara berkomitmen mengawal seluruh kesepakatan kolaborasi tersebut menuju tahap pelaksanaan yang akan diperluas pada New Asia Forum 2026 di Bali.
Suara.com - Danantara Indonesia menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta 32 perguruan tinggi untuk mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta, Danantara juga menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta BRIN. Kerja sama mencakup penyelarasan agenda penelitian, pengembangan talenta, kebutuhan berbagai sektor, hingga dukungan pendanaan.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar berbagai gagasan dan kemampuan yang dimiliki Indonesia dapat saling melengkapi.
Menurutnya, kerja sama yang terbangun dalam forum tersebut bukan sekadar penandatanganan kesepakatan, tetapi perlu dilanjutkan hingga tahap pelaksanaan.
"Danantara Indonesia ingin meneruskan semangat Sumpah Pemuda dengan mempertemukan berbagai gagasan, keahlian, dan sumber daya untuk bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju," ujar Sigit dalam penutupan DTIIF 2026 beberapa waktu lalu.
Riset Kesehatan hingga Kendaraan Listrik
Salah satu contoh pemanfaatan hasil penelitian terlihat dari kerja sama pengembangan fitofarmaka berbasis kratom.
Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan penelitian tersebut menuju tahap komersialisasi.
Kolaborasi ini membuka peluang bagi hasil penelitian di bidang kesehatan untuk dikembangkan lebih lanjut. DDMF juga menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific terkait teknologi ilmu hayati guna memperkuat kemampuan penelitian dan pengembangan di sektor kesehatan.
Di luar bidang kesehatan, sejumlah kesepakatan juga menyasar kebutuhan transportasi dan energi.
LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat kerja sama dalam pengembangan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas). Sementara itu, Pertamina New & Renewable Energy dan Agrinas Palma menandatangani Heads of Agreement terkait rencana pembangunan fasilitas produksi biodiesel (FAME) di Indragiri Hilir, Riau.
Ada pula kerja sama Telkom Indonesia dan PLN untuk menyelaraskan pengembangan pusat data dengan kesiapan pasokan listrik.
Berbagai contoh tersebut memperlihatkan bahwa hasil penelitian dan pengembangan membutuhkan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak agar dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Danantara Siapkan Tindak Lanjut Kolaborasi
DTIIF 2026 dihadiri lebih dari 3.000 peserta dengan menghadirkan 274 pembicara dan moderator.
Danantara menyatakan akan mengawal berbagai kesepakatan yang dihasilkan agar tidak berhenti pada tahap pertemuan dan penandatanganan kerja sama.
Agenda kolaborasi tersebut selanjutnya akan diperluas melalui New Asia Forum (NAF) perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Desember 2026 di Bali.
Melalui berbagai kemitraan ini, Danantara berharap hasil penelitian dan gagasan dari perguruan tinggi dapat semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai solusi di bidang kesehatan, energi, transportasi, dan sektor lainnya.