BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB
Tim BPBD Samarinda berupaya memadamkan api di kawasan Makroman. [Dok Kaltimetam/Ist]
BACA 10 DETIK
  • Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan melaporkan 2.540 kejadian karhutla melanda Kalimantan Timur seluas 10.691,66 hektare hingga Oktober 2026.
  • Kutai Kartanegara mencatatkan area terbakar terluas, sedangkan Kabupaten Paser mengalami frekuensi kejadian kebakaran tertinggi di wilayah tersebut.
  • Tim gabungan dilaporkan terus bersiaga serta memperkuat koordinasi penanganan bencana kebakaran hutan di berbagai daerah.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meluas sepanjang 2026. Hingga akhir Oktober, total area yang terdampak mencapai 10.691,66 hektare dengan 2.540 kejadian kebakaran.

Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar, sedangkan Kabupaten Paser mencatat jumlah kejadian tertinggi.

“Akumulasi kejadian karhutla di Kalimantan Timur mencapai 2.540 kejadian hingga akhir Oktober,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Minggu.

Data BPBD Kaltim menunjukkan, dari total tersebut, sebanyak 1.863 kejadian dengan luas 7.775,35 hektare tercatat selama Januari hingga September. Sementara itu, sepanjang Oktober terjadi tambahan 677 kebakaran yang menghanguskan 2.916,31 hektare.

“Penambahan kasus selama bulan Oktober mencatatkan 677 kejadian kebakaran lahan di berbagai daerah,” ujar Buyung.

Berdasarkan jenis wilayah terdampak, kebakaran paling banyak terjadi di area lahan dengan luas mencapai 8.395,44 hektare. Berikutnya, kawasan hutan seluas 2.165,98 hektare dan perkebunan warga seluas 130,24 hektare.

“Kerusakan terbesar berada pada area lahan warga dengan total luasan menembus delapan ribu hektare,” kata Buyung.

Dari sebaran kabupaten/kota, Kutai Kartanegara mencatatkan luas kebakaran terbesar, yakni 3.119,16 hektare dari 473 kejadian.

Adapun Kabupaten Paser menjadi wilayah dengan frekuensi kebakaran tertinggi, mencapai 659 kejadian, dengan luas area terdampak 1.916,36 hektare.

“Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan akumulasi kejadian serta luasan terbakar tertinggi,” ucap Buyung.

Sejumlah daerah lain juga mengalami dampak cukup luas. Kutai Barat mencatatkan 1.556,92 hektare, Penajam Paser Utara 1.384,49 hektare, Berau 1.031,55 hektare, dan Kota Samarinda 946,36 hektare.

BPBD Kaltim menyatakan tim gabungan masih bersiaga dan memperkuat koordinasi penanganan kebakaran di seluruh wilayah.

“Tim gabungan terus bersiaga serta menguatkan koordinasi penanganan karhutla di seluruh wilayah daerah,” kata Buyung.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com