- Dubes Palestina Abdulfattah terkesan saat ribuan warga memadati Monas, Jakarta, untuk meresmikan Bulan Solidaritas Palestina 2026.
- Ia mengapresiasi keunikan Indonesia yang mendedikasikan waktu sebulan penuh untuk mendukung kemerdekaan rakyat Palestina dibanding negara lain.
- Aqsa Working Group dan 1.000 relawan kemanusiaan menginisiasi acara megah tersebut dengan berbagai agenda advokasi sepanjang November 2026.
Suara.com - Lautan manusia yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu pagi menyisakan rasa haru mendalam bagi Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.
Ribuan masyarakat tumpah ruah menunjukkan komitmen mereka dalam peresmian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026.
Momen tersebut menjadi pengalaman perdana yang begitu membekas bagi sang duta besar.
"Ini pertama kalinya saya hadir dalam peringatan ini. Saya begitu terkesan ribuan orang Indonesia hadir untuk mendukung dan menyampaikan solidaritas untuk rakyat Palestina," kata Dubes Abdulfattah usai acara peresmian BSP 2026.
Indonesia Beda dari yang Lain: Solidaritas Sebulan Penuh
Dubes Abdulfattah menyoroti keunikan komitmen Indonesia. Jika komunitas internasional umumnya hanya memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina pada tanggal 29 November, Indonesia justru mendedikasikan waktu sebulan penuh lewat beragam aksi nyata.
"Dukungan rakyat Indonesia untuk Palestina ini sangat luar biasa," ucapnya.
Menurutnya, denyut kepedulian yang terus dipompa sepanjang bulan ini menjadi amunisi moral yang sangat berharga untuk membakar kembali api perjuangan rakyat Palestina dalam merebut kemerdekaan dari cengkeraman zionis Israel.
"Sangat positif bagi bangsa Palestina karena ini secara tidak langsung menjadi dukungan yang dapat mereka rasakan baik di Gaza, Tepi Barat dan juga di Yerusalem. Kalian berkorban, kami berkorban dan kita adalah satu bangsa, terus bersama hingga Palestina merdeka," tegasnya penuh haru.
Digelar Megah Bersama 1.000 Relawan Kemanusiaan
Perhelatan BSP 2026 diinisiasi secara resmi oleh Aqsa Working Group (AWG) dengan mengusung tema besar "Penguatan Peran Advokasi Global menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina".
Tahun ini, Grand Opening BSP tampil jauh lebih megah dan berenergi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Acara dirangkai langsung dengan Apel 1.000 Relawan Kemanusiaan di bawah komando Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR).
Di hadapan ribuan peserta, defile relawan tampil solid menampilkan lima pilar kemanusiaan utama—mulai dari tim penyelamat (rescue), medis, jurnalis, konstruksi, hingga para aktivis sosial—yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum UAR, Endang Sudrajat.
Deretan Agenda Sebulan Penuh
Peresmian di Monas ini hanyalah titik awal. Sepanjang November 2026, sejumlah agenda advokasi dan kemanusiaan berskala luas telah disiapkan:
- 8 November: Solidarity Run for Palestine dan Talkshow Perempuan Palestina.
- 14–15 November: Summit for Palestine.
- 19 November: Diskusi Jurnalisme Kemanusiaan.
- 28–29 November (Puncak Acara): Festival Baitul Maqdis, Simposium Anti-Zionis, serta Long March Cinta Al-Aqsa yang direncanakan berakhir di Masjid Istiqlal, bertepatan langsung dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina. (Antara)