- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk mencatat penurunan liabilitas sebesar Rp2 triliun hingga kuartal ketiga 2026.
- Perusahaan meraup pendapatan usaha Rp3,7 triliun serta laba bersih Rp1,9 triliun pada periode tersebut.
- Manajemen sukses memperkuat permodalan melalui eksekusi aksi korporasi private placement pada Juni 2026 lalu.
Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (kode saham: PANI) melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang sangat impresif sepanjang sembilan bulan pertama (9M) di tahun 2026. Perusahaan yang bergerak sebagai raksasa pengembang kawasan properti ini tidak hanya sukses menekan kewajiban finansialnya, tetapi juga meraup lonjakan laba bersih secara agresif.
Merujuk pada publikasi laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, total kewajiban atau liabilitas PANI tercatat berada di angka Rp16,9 triliun. Realisasi ini menunjukkan adanya penyusutan liabilitas sebesar Rp2 triliun, atau merosot 10,4 persen apabila dikomparasikan dengan posisi tutup buku per 31 Desember 2025 yang saat itu menembus angka Rp18,9 triliun.
Manajemen perseroan memaparkan bahwa keberhasilan dalam mereduksi beban kewajiban finansial ini berkorelasi langsung dengan tingginya kelancaran proses serah terima produk-produk properti siap huni kepada para konsumen.
Di saat liabilitas mengalami penyusutan, posisi total aset PANI justru menunjukkan tren ekspansif. Nilai aset perseroan terkatrol naik menjadi Rp51,1 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp50,6 triliun pada akhir 2025. Kenaikan yang sama juga tercermin pada sisi ekuitas perusahaan yang tumbuh sebesar delapan persen. Pertumbuhan modal bersih ini ditopang oleh dua faktor fundamental, yakni akumulasi perolehan laba bersih dan penyuntikan modal anyar melalui rangkaian aksi korporasi.
Salah satu aksi korporasi strategis yang menjadi motor penggerak permodalan adalah eksekusi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV, atau yang lumrah dikenal sebagai private placement, pada bulan Juni 2026 lalu.
Melalui penerbitan 72.476.600 lembar saham baru yang dipatok pada harga pelaksanaan (exercise price) Rp6.875 per saham, PANI sukses menghimpun suntikan dana segar senilai kurang lebih Rp498 miliar. Suntikan likuiditas tersebut dialokasikan secara khusus untuk mempertebal struktur permodalan induk, sekaligus mendanai ekspansi kegiatan usaha sejumlah entitas anak, di antaranya PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras.
Seiring dengan solidnya pertumbuhan ekuitas dan menyusutnya beban utang, indikator rasio utang terhadap ekuitas atau debt-to-equity ratio (DER) perseroan mencatatkan perbaikan yang sangat memuaskan, turun dari level 0,02 kali menjadi 0,01 kali.
Bergeser ke sisi pencapaian kinerja usaha (top line), PANI sukses meraup pendapatan usaha sebesar Rp3,7 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Capaian pendapatan tersebut merepresentasikan tingkat pertumbuhan solid sebesar 19 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kinerja fundamental perseroan semakin bersinar pada baris laba bersih (bottom line). Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat menembus angka jumbo sebesar Rp1,9 triliun. Pencapaian profitabilitas tersebut meroket sangat tajam hingga 145 persen apabila disandingkan dengan periode sembilan bulan yang sama di tahun lalu.
Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, Sugianto Kusuma, menyatakan bahwa torehan kinerja moncer ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi strategi pengembangan usaha, di tengah tingginya dinamika perubahan indikator makroekonomi domestik.
“Kondisi keuangan kuartal tiga cukup solid dan kami terus menjalankan kegiatan usaha secara konsisten, tidak ada perubahan signifikan namun kami berusaha beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi,” jelas Sugianto dalam keterangan resmi yang dirilis pada Minggu (1/11/2026).