- Sebanyak 674 jiwa terdampak banjir setinggi 70 sentimeter di Aceh Selatan pada hari Minggu akibat luapan sungai.
- Ratusan warga dari Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu terpaksa mengungsi ke posko dan rumah kerabat.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah terus melakukan asesmen serta pemantauan langsung di lokasi kejadian untuk memastikan penanganan warga.
Suara.com - Sebanyak 674 jiwa terdampak banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Luapan Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya menyebabkan permukiman warga terendam dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan Mudatsir mengatakan ratusan warga terdampak berasal dari dua gampong, yakni Lhok Raya dan Cot Bayu.
"Hingga saat ini kami mencatat sebanyak 674 jiwa terdampak banjir yang melanda dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan," katanya di Aceh Selatan, Minggu.
Rinciannya, Gampong Lhok Raya mencatat 560 jiwa terdampak dari 159 keluarga. Sementara itu, di Gampong Cot Bayu terdapat 114 jiwa dari 38 keluarga yang terdampak banjir.
Sebagian warga terpaksa meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Di Gampong Lhok Raya, sebanyak 124 jiwa dari 37 keluarga kini mengungsi ke Mako Kompi 3 Yon C Pelopor Brimob Polda Aceh.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 112 jiwa dari 30 keluarga mengungsi di lokasi tersebut.
"Sekarang masyarakat yang dievakuasi ke posko pengungsian Mako Kompi 124 jiwa dari 37 keluarga. Mereka berasal dari Gampong Lhok Raya," kata Mudatsir.
Sementara itu, sebanyak 37 jiwa dari enam keluarga di Gampong Cot Bayu juga mengungsi. Mereka memilih tinggal sementara di rumah kerabat, lembaga pendidikan, dan tempat lainnya.
BPBD mencatat ketinggian air yang merendam permukiman warga berkisar 30 hingga 70 sentimeter. Kondisi lebih tinggi terjadi di badan jalan, dengan genangan mencapai 70 hingga 130 sentimeter.
Mudatsir mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi banjir untuk mengetahui perkembangan situasi serta memastikan penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
"Kami terus melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi banjir guna memastikan penanganan selanjutnya terhadap masyarakat terdampak," katanya.