- Dubes Desra Percaya dan KOWANI membahas perluasan pasar UMKM perempuan Indonesia di London pada 31 Oktober 2026.
- Kedua pihak mengeksplorasi potensi kerja sama ekonomi, budaya, kesehatan, dan pariwisata menjelang pertemuan ICW.
- Pemanfaatan serat alam lokal diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk kreatif serta pendapatan keluarga secara global.
Suara.com - London menjadi salah satu kota yang dilirik sebagai pintu masuk untuk memperluas pemasaran produk kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola perempuan indonesia.
Peluang tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya, Desra Percaya, dengan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) periode 2024–2029, Nannie Hadi Tjahjanto, beserta delegasi di London, Jumat (31/10/2026).
Pertemuan ini berlangsung menjelang pertemuan tahunan International Council of Women (ICW) pada 2–5 November 2026 di London. Forum tersebut mengangkat tema “Women’s Empowerment and Leadership: A Quantum Leap for Peace, Progress and Equality”.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas potensi pengembangan kerja sama Indonesia dan Inggris, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, budaya, kesehatan, dan pariwisata.
Desra melihat London memiliki peluang untuk menjadi tempat pengembangan usaha perempuan Indonesia, khususnya di sektor pariwisata, budaya, dan kuliner. Ia berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang dapat mengambil bagian dalam peluang tersebut.
Sementara itu, Nannie menilai perempuan Indonesia memiliki kreativitas dan potensi besar untuk membawa produk lokal ke pasar mancanegara. Kekayaan bahan baku alam Indonesia, menurut dia, dapat menjadi modal untuk menghasilkan produk bernilai tambah.
Salah satunya adalah pemanfaatan serat alam sebagai bahan baku kerajinan. Pengolahan bahan tersebut tidak hanya berpotensi memperkenalkan produk kreatif Indonesia ke pasar global, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
“Kelebihan Indonesia adalah memiliki banyak sekali bahan baku yang bisa diolah menjadi kerajinan bercita rasa tinggi, salah satunya adalah serat. Yang pada akhirnya bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Begitupun UMKM yang dikelola oleh para wanita di Indonesia sangat menarik. Itu menjadi perhatian Pak Dubes,” kata Nannie.
Dalam delegasi tersebut turut hadir Sharmila Yahya, Ketua Umum INKOWAPI sekaligus anggota seumur hidup (life member) ICW.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi antara Indonesia dan Inggris, terutama dalam memperluas akses perempuan pelaku usaha terhadap pasar internasional.