Gunung Dukono Meletus Dua Kali dalam 42 Menit, Kolom Abu Capai 950 Meter

Senin, 02 November 2026 | 09:10 WIB
Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc.
BACA 10 DETIK
  • Gunung Dukono di Halmahera Utara mengalami dua kali erupsi pada Senin, 2 November 2026.
  • Erupsi pertama memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 950 meter yang bergerak condong ke arah barat.
  • Badan Geologi menetapkan status Level II dan melarang aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah.

Suara.com - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami dua kali erupsi dalam rentang waktu sekitar 42 menit pada Senin (2/11/2026) pagi. Salah satu letusan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 950 meter di atas puncak gunung.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, erupsi pertama terjadi pada pukul 09.11 WIT. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 950 meter di atas puncak atau 2.037 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu dari letusan tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah barat. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi gempa tercatat selama 38,57 detik," ungkapnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali meningkat kurang dari satu jam kemudian. Erupsi kedua tercatat terjadi pada pukul 09.53 WIT.

Namun, tinggi kolom abu pada letusan kedua tidak dapat diamati secara visual karena tertutup awan atau kabut.
Meski demikian, aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi gempa selama 44,76 detik.

Hingga kekinian, status aktivitas Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada.

Badan Geologi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar gunung serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas, termasuk mendaki atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif.

Lana juga mengingatkan bahwa erupsi yang disertai sebaran abu vulkanik dapat terjadi secara periodik. Arah sebaran abu sangat dipengaruhi kecepatan dan arah angin.

Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan terdampak diminta selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan sistem pernapasan. (Antara)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com