-
Taufiq Muhammad WNI mantan sopir taksi tewas di pertempuran pertama Ukraina.
-
Badan Intelijen Ukraina menyebut korban direkrut Rusia melalui tipu daya.
-
PBB menemukan bukti Rusia memperdagangkan pria dari 29 negara untuk militer.
Suara.com - WNI mantan sopir taksi asal Jakarta tewas dalam pertempuran pertamanya di Ukraina usai direkrut sebagai tentara bayaran Rusia. Taufiq Muhammad, seorang WNI yang bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta, tewas di medan perang Ukraina dalam pertempuran pertamanya.
Kematian tragis ini diumumkan langsung oleh Badan Intelijen Ukraina atau HUR pada akhir Oktober. Ia nekat bergabung dengan pasukan Moskow setelah lamaran pekerjaannya direspons oleh seorang perekrut bayaran.
Hanya dalam hitungan minggu usai meneken kontrak, Taufiq langsung diterjunkan ke garis depan pertempuran di Oblast Donetsk. Badan intelijen Ukraina menilai Taufiq sebagai salah satu korban asing yang terjerat tipu daya perekrutan militer Rusia.
Moskow terpaksa mencari serdadu dari luar negeri karena laju korban tewas di medan perang melampaui kemampuan mobilisasi domestik.
Ukraina mencatat hampir 46.000 warga asing telah meneken kontrak militer dengan Rusia sejak invasi dimulai pada 2022.
Komisi PBB pada 26 Oktober lalu menemukan bukti kuat bahwa Moskow memperdagangkan pria dari 29 negara untuk angkatan bersenjatanya.
Kisah hidup Taufiq berubah drastis dari pengemudi kendaraan umum di ibu kota menjadi kombatan garis depan.
Perekrut Rusia melacak keberadaannya melalui lamaran pekerjaan biasa yang ia kirimkan secara online.
Proses dari pelamaran hingga pengiriman ke zona konflik berlangsung sangat cepat tanpa persiapan matang.
Nasib nahas Taufiq menyoroti celah kerentanan tenaga kerja Indonesia terhadap iming-iming gaji militer luar negeri.
Pihak berwenang terus memantau jaringan internasional yang menyasar warga sipil di negara berkembang.
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina yang meletus sejak 2022 telah memicu krisis personel militer yang masif di kubu Moskow. Tingginya angka korban jiwa membuat pemerintah Rusia gencar mencari alternatif rekrutmen lintas negara demi mempertahankan kekuatan tempurnya di garis depan.