Cuekin Buzzer, Bagaimana Taktik Janonisme Kultural di Brasil Bisa Ditiru di Indonesia?

Jum'at, 06 November 2026 | 16:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva
BACA 10 DETIK

Janonisme kultural diadopsi netizen Indonesia untuk melawan dominasi buzzer dan misinformasi digital.

Kemenangan Lula di Brasil didorong oleh pasukan digital WhatsApp dan aksi akar rumput.

Sinergi dunia maya dan aksi nyata menjadi kunci utama keberhasilan gerakan politik modern.

Mereka mengaitkan kemungkinan kemenangan Bolsonaro dengan kekhawatiran akan perubahan program bantuan sosial dan hilangnya hak-hak masyarakat.

"Lula patut diapresiasi karena menyadari kelemahannya sendiri dan mengubah pendekatannya secara menyeluruh," ujarnya.

"Sementara itu, Janones berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya tampak impossible bagi kelompok kiri Brasil: mendominasi media sosial."

Di sisi lain, kelalaian kubu Flávio Bolsonaro dalam merawat komunikasi pemilih di putaran akhir menjadi celah fatal. Kesombongan politik tersebut dimanfaatkan kubu Lula untuk merebut pemilih yang belum menentukan sikap.

Sosiolog sekaligus pakar politik Mayra Goulart, profesor di Universitas Federal Rio de Janeiro, juga mengingatkan agar kebangkitan Lula tidak semata-mata dikaitkan dengan media sosial.

"Ini merupakan perpaduan antara media sosial dan mobilisasi langsung di lapangan," ujarnya.

"Interaksi di dunia nyata memungkinkan mobilisasi yang dapat mengurangi angka golput dan meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihan."

Keterlibatan aktif massa di lapangan terbukti ampuh mendorong warga untuk benar-benar mendatangi TPS. Pengalaman Brasil menunjukkan bahwa narasi palsu dari buzzer akan runtuh ketika berhadapan dengan ajakan langsung dari orang terdekat.

Menurut Goulart, pendukung Lula berhasil mengubah antusiasme di dunia maya menjadi keterlibatan politik secara langsung.

"Mereka yang berkomitmen untuk memenangkan Lula berupaya mengumpulkan orang-orang dan meyakinkan mereka untuk datang ke tempat pemungutan suara," kata Goulart.

Ia menilai upaya tersebut tidak hanya membantu meningkatkan partisipasi pemilih, tetapi juga dapat menjadi modal berharga bagi pemerintahan Lula berikutnya.

"Saya percaya, upaya kolektif ini menjadi pengalaman belajar yang penting dan akan bermanfaat bagi pemerintahan yang masih menghadapi banyak tantangan ke depan. Upaya ini tidak hanya membantu mengurangi angka golput, tetapi juga berhasil mengubah pilihan sejumlah besar pemilih yang sebelumnya belum menentukan sikap."

Pelajaran penting bagi demokrasi Indonesia adalah menggeser fokus dari perang buzzer menuju partisipasi warga secara inklusif. Lula membuktikan bahwa transparansi saluran digital dapat dipakai untuk mendengarkan suara publik dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam pidato kemenangannya, Lula mengatakan bahwa pemilu tersebut memberinya banyak pelajaran. Ia pun berjanji akan mengubah cara Brasil dikelola.

"Kami akan memberi masyarakat ruang yang lebih besar untuk ikut menentukan keputusan, dan komunikasi digital akan memainkan peran yang jauh lebih besar dalam pemerintahan saya."

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com