Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Dua WNA Selamat, 1 Awak WNI Masih Dicari

Minggu, 08 November 2026 | 15:59 WIB
Helikopter Super Puma Sewa BNPB Jatuh di Sungai Barito. (Dok. BNPB)
BACA 10 DETIK
  • Helikopter pemadam karhutla BNPB jatuh di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, pada Minggu, 8 November 2026.
  • Dua pilot asal Australia selamat dan mendapat perawatan medis, sementara satu awak WNI masih dalam pencarian.
  • BNPB bersama unsur terkait mengerahkan koordinasi penuh untuk mencari korban hilang serta menangani seluruh awak.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan identitas tiga awak helikopter pemadam karhutla yang jatuh di sungai Barito, kawasan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu (8/11/2026).

Di antara tiga orang awak itu, dua di antaranya WNA dan seorang lainnya WNI.

"Tiga orang awak yaitu Hugh Andrew John Page berkewarganegaraan Australia sebagai pilot, Michael John Betterridge berkewarganegaraan Australia sebagai pilot. Yayan Supyansuri berwarganegaraan Indonesia sebagai helikopter landing officer atau HLO," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers virtual. 

Namun, dari laporan Basarna, Berton mengungkapkan bahwa informasi terkini baru dua orang pilot berkebangsaan Australia yang dinyatakan selamat. Sementara awak kapal atas nama Yayan masih dalam pencarian. 

"Satu orang awak lainnya, yaitu Yayan Supyansuri, masih dalam pencarian sekaligus ini pembaharuan dari informasi kami sebelumnya," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap upaya pencarian tersebut. Berton memastikan bahwa seluruh unsur terkait telah berkoordinasi untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan. 

Sementara itu, dua awak yang telah ditemukan juga dipastikan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis sesuai kebutuhannya.

"Kepada keluarga korban kami menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap proses pencarian pertolongan dan penanganan seluruh awak helikopter," kata Berton.

Sebelumnya, Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM itu dilporkan terjatuh pada Minggu (8/11) siang. Insiden itu terjadi saat helikopter melakukan operasi pengeboman air atau water bombing. Laporan armada udara itu jatuh diterima BNPB berdasarkan tangkapan video amatir di sekitar lokasi. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com