NTB.Suara.com - Pernyataan pihak Universitas Udayana (Unud) yang akan mengembalikan dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) bagi mahasiswa yang kelebihan membayar akibat kesalahan di aplikasi.
Pun, bagi mahasiswa yang tidak rela memberikan sumbangan asal ada klaim. Langsung ditanggapi oleh pengamat hukum dan aktivis 97 Made "Ariel" Suardana.
Ungkap Ariel Suardana, langkah itu dinilai malah akan kontraproduktif. "Keputusan kembalikan uang mahasiswa kontraproduktif dengan upaya Praperadilan yang rencana dibuat," paparnya, Sabtu 18 Maret 2023.
Sebab, di satu sisi mengakui menerima kelebihan SPI dan berniat mengembalikan. Di sisi lain, akan mengambil ancang-ancang melakukan praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.
"Ini kan tidak kontraproduktif namanya. Kalau yakin benar kenapa kembalikan uang mahasiswa justru dengan semakin terang bahwa pengembalian uang menjustifikasi bahwa ada kekeliruan. Namun upaya Praperadilan ingin menunjukkan bahwa penetapan tersangka tidak sah atau tidak memiliki landasan. Nah ini kan namanya panik," paparnya panjang lebar.
Tak kalah menarik adalah pernyataan pihak Unud yang mengatakan bahwa dana SPI semuanya mengalir ke kas negara. Tapi, hal berbeda diungkapkan oleh Inspektur IV Itjen Kemendikbudristek Masrul Latif.
Untuk dana SPI penerimaan mahasiswa jalur mandiri masuknya ke rekening resmi Universitas yang mendapat izin dari Kementerian Keuangan. Termasuk dengan di Universitas Udayana yang berstatus PTN Badan Layanan Umum atau BLU.
Di mana dana itu bisa langsung digunakan untuk operasional dan kebutuhan lain Universitas atas izin serta dilaporkan ke Kementerian Keuangan. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
5 HP Oppo Chip Snapdragon Harga Rp1 Jutaan, Spek Kencang Tak Cepat Panas
-
Geger! Penyamaran Rey Terbongkar di Malam Pertama, Intan Laporkan Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang
-
Review Film Don't Follow Me: Slow Burn Horor dengan Plot Twist yang Kuat!
-
Kunci Jawaban Soal SNBT: Literasi Bahasa Inggris
-
Prabowo Targetkan Produksi Massal Mobil Sedan Listrik Buatan Indonesia pada 2028
-
Ribut Main Game Online, Pelajar di Makassar Tewas Ditikam
-
Heboh Fuji Tatoan Sejak Berteman dengan Erika Carlina, Disebut Salah Pergaulan
-
Bukan Sekadar Wayang: Wisanggeni dan Gugatan atas Kekuasaan
-
2 HP Murah Realme Bersiap ke Indonesia dan Thailand, Bawa Baterai 7.000-7.500 mAh
-
Harga Plastik Melonjak: Saatnya Konsumen Berperan, Bukan Sekadar Mengeluh