NTB.Suara.com - Beberapa waktu lalu sempat beredar informasi bahwa pendopo Kabupaten Indramayu digerebek terkait kasus narkoba.
Saat itu, Lucky Hakim masih duduk sebagai wakil Bupati Indramayu. Belakangan, dia kemudian mengundurkan diri.
Dalam sebuah wawancara, Lucky Hakim pun ditanya terkait benar atau tidaknya penggerebakan di pendopo tersebut.
Soal pertanyaan itu, awalnya Lucky Hakim enggan menjawab pertanyaan tersebut.
"Soalnya ini bahaya banget kalau saya jawab," kata Lucky dalam sebuah wawancara bersama Kanal Youtube Obor TV idkutip NTB.Suara.com pada Kamis (23/3/2023).
Lucky mengatakan harus mencarai kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.
"Supaya saya selamat," kata dia.
Akan tetapi, dia tak membantah adanya penggerebekan tersebut.
Saat itu, dia mengaku ada di ruangannya dan mengaku tak ingin melihat dan bertanya apa yang terjadi.
"Intinya, penggerebekan atau apa itu ya, tentang narkoba, atau apa pun itu ya, saya kan ruangannya ada di pojok dan saya ya engga mau melihat, supaya tak menjadi saksi," katanya.
"Saya ada di situ, saya tak mau melihat dan bertanya," kata dia.
Pembawa acara kemudian sekali lagi menegaskan terkait ada atau tidaknya penggerebekan itu.
Lucky sekali lagi tak membantah dan memilih tak memberikan pernyataan,
"Saya tak berani berstatemen, intinya saya tak mau melihat, bertanya, dan ikut campur. Ya. saya ada di situ," kata Lucky.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?