NTB.Suara.com - Siapa bilang kehilangan sandal saat salat Jumat hanya terjadi pada masyarakat biasa? Beberapa waktu lalu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ternyata juga pernah kehilangan sandal setelah menunaikan ibadah salat Jum’at.
Kejadian ini terjadi pada Jum’at (03/03/2023) di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo lalu. Saat itu, Gibran bersama dengan rombongan tengah menjalankan ibadah di masjid tersebut. Diketahui, Masjid tersebut baru diresmikan oleh Presiden UEA Mohamed bin Zayed bersama Presiden Jokowi pada November 2022.
Setelah menjalankan ibadah tersebut, Gibran lantas keluar dari masjid dengan ekspresi kebingungan. Kepalanya clingak-clinguk ke kiri dan ke kanan sambil tertawa kecil. Ternyata, saat itu ia tengah mencari sandal.
Puas mencari di sekitar masjid, Gibran lantas menyerah. Ia pun akhirnya memilih nyeker saat kembali ke mobil.
Sontak, suasana di sekitar masjid jadi riuh. Para wartawan pun mengerubungi sang walikota sembari bertanya sandal apa yang hilang.
Masih dengan senyum, saudara laki-laki Kaesang Pangarep ini lantas menjawab lirih, “Maternal..” Tak berselang lama ia pun melanjutkan, “rapopo, rapopo,” ujar Gibran pasrah.
Sebagai informasi, sandal yang dipakai oleh Gibran adalah merk lokal asal Bandung yang harga per-satuannya dipatok mulai Rp129.000 hingga Rp349.000.
Sejak kehilangan, Gibran akhirnya lebih berhati-hati menyimpan sandal saat sholat Jum’at. Seperti yang terlihat dari momen yang dibagikan oleh warganet di akun twitter @pisangbanana234 yang diposting pada 7 April 2023 lalu.
Dalam postingan ini, Gibran terciduk menenteng sandal Swallow warna biru saat berada di area sekitar masjid. Postingan warganet ini pun lantas langsung dibalas tegas oleh Gibran melalui akun twitternya, “wedi ilang.”
Baca Juga: Wayan Koster-Ganjar Pranowo Tolak Timnas Israel, Gibran: Monggo, Tugas Saya Siapkan Venue
Postingan tersebut pun banjir komentar dari warganet. Tak hanya Gibran, ternyata banyak juga orang yang pernah bernasib sama. (*/Haryo)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026