NTB.Suara.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang juga menjabat Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (KNPP TPPU) segera membentuk satuan tugas (satgas).
Pembentukan satgas tersebut sebagai bukti komitmen Mahfud MD untuk memberantas TPPU para pejabat publik hingga ke akar-akarnya.
Selain itu juga, sebagai upaya mengawal penegakan hukum terhadap Kementerian Keuangan dalam mengatasi TPPU yang dianggap sangat merugikan negara.
Mahfud MD mengatakan kerja dari satgas yang dibentuk akan memprioritaskan Laporan Hasil Pemeriksan (LHP) terbesar sebagai bukti untuk memberantas para pejabat publik yang nakal dan terlibat dalam TPPU.
Hal itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi III DPR RI, Selasa (11/4/2023).
“Komite TPPU akan bentuk satgas supervisi untuk tindak lanjuti LHA, LHP nilai agregat RP 349 triliun dan cash building prioritaskan LHP paling besar dimulai yang Rp 189 triliun lebih,” kata Mahfud MD dikutip NTB.Suara.com dari laman Suara.com.
Satgas yang dibentuk Mahfud MD nantinya akan melibatkan PPATK, Ditjen Pajak dan Bea Cukai, Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kemenkopolhukam.
Mahfud MD juga memastikan kerja Satgas TPPU akan profesional, transparan, dan juga akuntabel.
“Komite TPPU dan satgas akan bekerja secara profesional, transparan, akuntabel,” jelas alumnus Univeritas Gajah Mada (UGM) tersebut.
Baca Juga: Jelang SEA Games, Menpora Dito Ariotedjo Semangati Timnas Basket 3x3
TPPU ramai dibicarakan oleh publik setelah gaya hidup mewah sejumlah pejabat publik disorot oleh masyarakat.
Kemudian Mahfud MD menyebut ada indikasi transaksi janggal dalam laporan kekayaan pejabat publik yang jumlahnya cukup fantastis yakni Rp349 triliun. (Riadin Asy/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting