NTB.Suara.com – Laga perebutan satu jatah tiket ke babak playoff Liga Champions Asia 2023/2024 mempertemuan duel dua tim juara yakni juara musim ini, PSM Makassar yang akan berhadapan dengan juara musim lalu, Bali United.
Laga tersebut merupakan keputusan federasi sepakbola Indonesia, PSSI melalui operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menentukan satu wakil Indonesia di ajang playoff Liga Champions Asia yang kebetulan mempertemukan PSM Makassar vs Bali United.
Semula jadwal laga PSM Makassar vs Bali United akan dihelat tepat setelah kompetisi BRI Liga 1 2022-2023 berakhir tepatnya pada tanggal 18 April 2023 mendatang.
Tetapi rencana tersebut urung terlaksana setelah Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus memastikan terjadi perubahan pada laga perebutan satu jatah tiket ke Liga Champions Asia melalui babak play off tersebut.
Ferry menjelaskan pihaknya tidak mengantongi izin dari pihak keamanan karena jadwal pertandingan yang mepet dengan Hari Raya Idul Fitri sehingga laga PSM Makassa vs Bali United digeser setelah lebaran.
Selain perubahan jadwal pertandingan juga terjadi perubahan pada format pertandingan.
Jika sebelumnya PT LIB berencana menggelar laga PSM Makassar vs Bali United dalam format single match, PT LIB memutuskan untuk dihelat dalam format home away.
“Tadinya kita mau geser ke tanggal 18 April, sementara kita sudah punya izin kompetisi sampai tanggal 16. Kita mau pepetin lagi tapi terlalu mepet,” jelas Ferry dikutip NTB.Suara.com dari bolatimes.com, Kamis (13/4/2023).
“Terus kita terkendala izin kepolisian karena sudah mau lebaran, ada operasi ketupat. Jadi kita sepakat dengan semua tim, karena memang kalau setelah lebaran nanti bisa home-away,” imbuhnya.
Baca Juga: Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia Batal, Thomas Doll Rasakan Kesedihan Pemain
Ferry menambahkan laga PSM Makassar vs Bali United akan menarik minat penonton untuk menyaksikan laga tersebut sehingga hal itu juga menjadi pertimbangan PT LIB untuk menggelar laga tersebut dengan format home away.
“Ini tentunya dari valuasi playoff-nya kan jadi bagus. Liga juga dapat dampak broadcast yang baik juga terhadap ini. Beda kalau single-match dan di tempat netral lagi,” ungkap Ferry dari laman bolatime. (Mf Ifta/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Daftar Tanggal Merah Juni 2026: Ada Long Weekend di Awal Bulan, Waktunya Healing!
-
Karhutla Riau: Pasir Limau Kapas Padam, Rantau Bais, Sokoi dan Kandis Masih Membara
-
Meriah! Kris Dayanti Ungkap Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel Bakal Libatkan 3 Budaya
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
BBKSDA Riau Halau 11 Gajah yang Masuk Pemukiman, Rusak Kebun Semangka
-
Jokowi Akan Sambangi Sejumlah Daerah, Pengamat Soroti Strategi Politik Jangka Panjang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal