NTB.Suara.com - Pada 2008 lalu, publik dihebohkan dengan kabar pernikahan Syekh Puji bersama seorang wanita yang baru berusia 12 tahun bernama Lutviana Ulfah. Saking hebohnya, kasus ini pun kerap menjadi sasaran empuk cibiran netizen.
Tak hanya Syekh Puji, Lutviana Ulfah rupanya juga tak luput dari cibiran. Seperti yang diunggapkan pada unggahan di postingan Instagram-nya, @ulfahpujiono. Dalam caption postingan tersebut, ia secara khusus mengungkapkan bahwa pada masa itu ia pernah trauma.
Trauma ini tentu saja diakibatkan karena banyak stigma dan pemberitaan negatif tentang dirinya. Bahkan, Lutviana Ulfah mengaku bahwa ia sampai menutup diri dari dunia luar.
“Banyak proses yang saya lalui, supaya bisa terlepas dari trauma pemberitaan & stigma negatif di masyarakat,” tulis Lutviana Ulfah pada caption postingan yang diunggah 30 September 2022 lalu.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa setelah sekian lama, ia berangsur membaik dan akhirnya bisa membuka diri, “hingga akhirnya sekarang saya berani membuka diri,” lanjut Lutviana Ulfah.
Seiring dengan trauma yang dihadapinya, Lutviana Ulfah juga membongkar caranya bisa bangkit dari keterpurukan.
“Meski menjalankan peran pertama sebagai istri di usia yang relatif muda, yaitu 17 tahun, dan adanya keterbatasan, yang mana saya masih takut bersosialisasi dengan dunia luar, namun saya tetap terus belajar untuk menggali potensi diri. Karena saya ingin menemukan passion saya yang sesungguhnya. Ternyata semakin saya dalami, saya sadar bahwa passion saya ada di Bisnis,” ungkap istri kedua Syekh Puji ini.
Dengan fokus mempelajari passion-nya di bidang bisnis, Lutviana Ulfah akhirnya mulai berani membuka dirinya kepada dunia luar. Bahkan, ia sampai sukses memegang salah satu perusahaan.
Kisah jatuh bangun seorang Lutviana Ulfah ini pun membuat warganet bersimpati sekaligus kagum pada wanita yang kini berusia 27 tahun ini. (Riadin Asy/*)
Baca Juga: Apakah Idul Fitri 2023 di Negara-negara Islam Dunia sama Seperti Indonesia? Ini Penjelasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka