/
Kamis, 20 April 2023 | 13:31 WIB
Ustaz Oemar Mita Pilih Ini Jika Idul Fitri Berbeda, Ikut Pemerintah atau Muhammadiyah? (Instagram/@oemar_mita)

NTB.Suara.com – Ada kemungkinan terjadi perbedaan hari raya Idul Fitri pada tahun 2023 ini. Melalui akun Instagramnya Ustaz Oemar Mita mengatakan bahwa siapa pun yang sholat Ied di hari Jumat, ia memakai dalil. 

Ustadz Oemar Mita juga menyebutkan bahwa siapapun yang sholat Ied pada hari Sabtu juga mempunyai dalil.

Dilansir dari muhammadiyah.or.id, Ormas Muhammadiyah melalui Haedar Nashir sudah menyampaikan bahwa Idul Fitri 2023 jatuh pada hari Jumat, 21 April 2023.

Muhammadiyah memutuskan Idul Fitri 2023 jatuh pada hari Jumat memakai metode hisab hakiki wujudul hilal.

Metode tersebut dipakai untuk penentuan waktu-waktu penting dalam ibadah kaum muslimin, yang berhubungan dengan jadwal aktivitas lain selain ibadah khusus.

Sementara keputusan hari raya Idul Fitri 2023 pemerintah akan menunggu sidang isbat yang akan dilaksanakan nanti malam oleh pihak Kementerian Agama.

Dilansir dari laman nu.or.id, ketinggian hilal dan elongasi pada 29 Ramadhan 1444 H di seluruh wilayah Indonesia disebutkan masih di bawah kategori imkan rukyah atau kemungkinan hilal teramati.

Selama ini NU menetapkan kriteria imkan rukyah yaitu 6,4 derajat untuk elongasi hakiki dan 3 derajat untuk ketinggian hilal mar’inya.

Ustadz Oemar Mita sudah memiliki sikap jika memang nantinya ada perbedaan waktu Lebaran 2023.

Baca Juga: Gambar Bergerak Ucapan Idul Fitri 2023, Cocok Dipakai di Status Media Sosial

“Fiqih itu luas, yang sempit itu hati kita. Kalau saya mengikuti isbat Kementrian Agama bersama mayoritas masyarakat,” tulis Oemar Mita melalui akun Instagram @oemar_mita (20/4/2023).

Dikutip dari laman kemenag.go.id, sidang isbat penetapan 1 Syawal 1444 H akan digelar pada hari Kamis 20 April 2023 pukul 17.00 WIB sampai selesai. (*/Haryo)
 

Load More