NTB.Suara.com – Pendeta Saifuddin Ibrahim mengomentari satire penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta pada Selasa 2 April 2023 lalu.
Bahkan pendeta yang sedang melarikan diri ke Amerika Serikat ini menyebut MUI sebagai Maling Ulung Indonesia dan Majelis Ulama Israel. Tuduhan satire itu dia berikan ke MUI karena sudah melaporkan dirinya ke Polisi dan menyebabkan dirinya dipenjara selama empat tahun.
Saifuddin menuduh bermain uang di sejumlah kasus penodaan agama untuk menjebloskan orang ke penjara. Dia menyebut uang sertifikasi halal sebanyak Rp30 miliar diberikan MUI ke Polisi dan Jaksa untuk membiayai penangkapan.
“MUI pakai uang sertifikasi halal, uang rakyat, uang umat untuk main (kasus). Uang sertifikasi halal sudah triliunan, yang saya heran kenapa pemerintah membiarkan MUI memegang uang, sekarang sudah dipakai untuk kejahatan,” kata Saifuddin dikutip dari youtube channel Saifuddin Ibrahim yang berjudul MUI sudah mulai maen, terlalu banyak instrik disana.
Saifuddin menuduh Polisi, Jaksa hingga Hakim bagi - bagi uang dari MUI, dia mencontohkan kasus Muhammad Kace atau M.Kace yang ditangani oleh belasan jaksa, padahal bukan kasus besar seperti kasus korupsi atau narkoba.
“Untuk menangkap M.Kace saja di Bali, itu menggunakan 25 orang polisi, padahal satu polisi bisa, kenapa banyak?, karena ini semua ada budgetnya,” tuduh Syaifuddin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
6 Fakta Penggagalan Penculikan Balita Tulungagung di Pelabuhan Merak: Pelaku Ternyata Orang Dekat
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T
-
Pelantikan Pengurus PAN se-Banten Digelar Besok di Tangerang, Zulhas hingga Eko Patrio Ikut Hadir
-
Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya
-
Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Respons Kejagung Soal Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kredit Sritex