NTB.Suara.com - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama dua anggota Bali Reptile Rescue dan anggota polisi berhasil menangkap seekor buaya berukuran besar. Hewan buas tersebut menjadi tontotan warga di sekitar Pantai Awang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB.
Buaya tersebut ditangkap di muara laut Awang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, pada Minggu (7/5/2023), sekitar pukul 07.00 Wita. Petugas langsung mengevakuasi hewan tersebut ke Lembaga Konservasi di Kabupaten Lombok Utara.
"Buaya berukuran panjang sekitar empat meter itu ditangkap di muara. Perkiraan beratnya sekitar 200 kilogram," kata Kepala SKW I Lombok, BKSDA Provinsi NTB, Bambang Dwi Darto.
Pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah buaya tersebut yang menyebabkan seorang nelayan desa setempat meninggal dengan kondisi kaki terputus dan ada luka cakaran di bagian tubuhnya.
"Kami belum bisa menyimpulkan ke arah sana, cuma kita ingin menciptakan rasa aman kepada masyarakat dulu," terangnya.
Penangkapan buaya berukuran besar tersebut diabadikan oleh masyarakat dalam bentuk video yang sudah viral. Hewan tersebut dalam kondisi mulut, kaki dan badan sudah terikat.
Puluhan warga tampak tidak takut berada di dekat buaya tersebut. Mereka bahkan memegang dan berswafoto layaknya dengan artis.
"Buayanya kayakn artis nee," tutur salah seorang warga Desa Awang yang mengabadikan buaya dalam kondisi sudah terikat tersebut.
Seperti diberitakan, Amak Zaini alias Santoso (37) seorang penyelam dari Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi kaki kiri hilang dan badan penuh luka cakaran diduga akibat dimakan buaya laut.
Baca Juga: Meniru Teladan Nabi Muhammad sebagai Pemimpin dalam Buku 'Sang Pemimpin'
Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tubuh tengkurap di pinggir Pantai Awang Asem, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada Minggu (30/4/2023), pukul 13.00 Wita. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Chef Arnold Kena Cibir Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar
-
SalamAir Buka Penerbangan Muscat-Kualanamu Mulai 4 Juli 2026
-
Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki
-
PHR Percepat Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi, Hadapi Tantangan dengan Kolaborasi
-
Drama yang Bikin Susah Move On: Snowdrop dan Luka yang Ditinggalkannya
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
VinFast VF MPV 7 Buatan Subang Resmi Mengaspal Ramaikan Segmen Mobil Listrik Keluarga
-
Medan Jadi Pusat Pembelajaran Lapangan, Pasdik Sespimmen Polri Godok Kepemimpinan Transformatif
-
Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
-
Diduga Cacat Hukum! DPRD Panggil BKPSDM Terkait Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel