NTB.Suara.com - Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan secara intensif untuk menyelamatkan para korban yang mungkin terjebak pada kecelakaan maut kereta api di wilayah India telah berakhir.
Operasi penyelamatan tersebut setidaknya melibatkan lebih dari 200 ambulans dan diterjunkan juga personil militer, serta terlibat pula petugas yang bertindak dalam mengevakuasi seluruh para korban yang mungkin terjebak pada kecelakaan kereta api tersebut.
Dilaporkan jika korban kecelakaan dari tiga kereta api di negara bagian Odisha, India timur mencapai 200 orang lebih tewas, dan 900 orang mengalami luka-luka. Jumlah ini masih terus bertambah.
Menurut pejabat setempat yang dilansir aljazeera.com, Minggu, (4/6/2023) Tim penyelamat telah berusaha mengevakuasi semua korban selamat yang terjebak di reruntuhan kereta api yang mengalami tabrakan maut.
Kecelakaan ini terjadi pada hari Jumat tepatnya di distrik Balasore negara bagian Odisha.
Diketahui jika insiden kereta api yang merenggut banyak nyawa ini adalah yang paling mematikan di India setelah hampir 20 tahun terakhir.
"Semua mayat dan penumpang yang terluka telah dipindahkan dari lokasi kecelakaan," ucap salah satu petugas koordinator ketika operasi penyelamatan berakhir pada Sabtu malam.
Menurut Amitabh Sharma, sebagai juru bicara Kementerian Perkeretaapian menjelaskan jika Otoritas kereta api terus memindahkan puing-puing yang ada di kecelakaan beruntun tersebut.
Mereka juga nantinya akan memperbaiki jalur yang mengalami kerusakan kemudian dilakukan dengan operasi kereta api.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Series yang Diperankan oleh Syifa Hadju, Sayang Dilewatkan!
Operasi pencarian dan penyelamatan secara intens terus dilakukan dan bahkan banyak ratusan personel kepolisian, pemadam kebakaran juga ikut diterjunkan bahkan ada pula petugas anjing pelacak yang berjaga.
Tim Pasukan Tanggap Bencana Nasional mengarah pada lokasi kecelakaan serta melibatkan mobil tentara hingga helikopter untuk mengangkut para korban.
Sedikitnya tersedia 200 mobil ambulans yang bertugas dengan 100 dokter tambahan yang berjaga, adapula 80 orang dikerahkan untuk membawa orang-orang yang tengah terluka untuk dibawa ke rumah sakit dan dilakukannya perawatan terhadap para korban yang terjebak di lokasi.
Sekitar 200 orang mengalami luka parah kemudian dipindahkan ke rumah sakit khusus yang berada di kota lain di Odisha.
“Tantangannya sekarang adalah mengidentifikasi jenazah. Di mana pun kerabat dapat memberikan bukti, jenazah diserahkan setelah otopsi," ucap Jena, seorang pegawai negeri setempat.
"Kalau tidak teridentifikasi, mungkin kami harus melakukan tes DNA dan protokol lainnya,” tambahnya kemudian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen
-
Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing
-
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah
-
Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?
-
Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun
-
Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama
-
Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing