NTB.Suara.com - Gayeng. Begitu kata orang-orang di sekitar Pak Ganjar Pranowo (GP) menyaksikan perlakuan dari TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa TGB saat menemani kunjungan Bakal Calon Presiden Indonesia dari PDI Perjuangan itu ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (18/6/2023).
Perhatian netizen tentu soal berita-berita yang menyebutkan, TGB menyopiri langsung GP selama berada di Lombok. Dan benar adanya, lepas dari salah satu rumah makan di Kota Mataram, TGB langsung mengajak GP naik bersamanya. Saat itu turut membersamai ada Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat dan sahabat dari Mas GP.
Sebagai sahabat, GP seolah tak banyak bertanya dan menimbang ajakan TGB. Ia langsung duduk di depan menemani TGB. Kalau keduanya bukan karib, barangkali akan saling menimbang. Ya ada ewuh pakewuh, sungkan, atau ragu-ragu. Dan publik tak akan melihat kedekatan yang mendalam dari keduanya.
TGB pun tengah menunjukkan kepada sahabatnya bagaimana perlakuan seorang sahabat. Mantan Gubernur NTB dua periode ini menjadi juru mudi sedari rumah makan menuju Kantor DPW Partai Perindo NTB, kemudian berlanjut hingga ke Lombok Timur untuk ziarah ke makam Kakek TGB, Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Dari Kota Mataram ke Lombok Timur, menempuh lebih dari satu jam perjalanan.
Belum cukup. Setelah ziarah, TGB kembali menemani Mas GP menuju lapangan nasional dan sampai mengantar ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam).
Pemandangan yang menyejukkan. Seolah menjadi aose di padang gurun "pesta politik" lima tahunan Indonesia yang bakal terjadi beberapa bulan ke depan.
***
Rasa sahabat. Begitu terasa kental menyaksikan hubungan GP-TGB. Terlepas keduanya berasal dari dua kutub partai berbeda, PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo), mereka tanpa sekat. Sentuhan keduanya teramat dekat. Apalagi ketika TGB memberikan testimoni soal GP usai ziarah ke makam Pahlawan Nasional asal NTB.
"Mas Ganjar ini latar belakangnya juga santri. Jadi wajar bila ke Lombok beliau datang ke pondok dan kita menyambutnya, " kata TGB.
Baca Juga: Dirut PPK-GBK Bantah Rumput SUGBK Rusak Usai Acara Partai, Ready untuk Persija vs PSM Makassar
Ya, yang disampaikan oleh TGB ini benar adanya. Istri dari GP, Ibu Siti Atikoh Supriyanti itu cucu KH Hisyam. Siapa Kiai Hisyam ini? Almaghfurlah merupakan ulama karismatik, pejuang kemerdekaan, serta inspirator bangsa. Cerita TGB ini seolah mengingatkan pernyataan KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) yang mengisahkan sosok Kiai Hisyam.
Kata Gus Baha, Kiai Hisyam mengembara dari satu pondok ke pondok lain, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur sekitar 15 tahun untuk belajar ilmu mengaji. Dulunya, Hisyam muda pernah berguru pada sejumlah kiai besar, di antaranya Kiai Dahlan di Desa Kaliwangi Mrebet, Kiai Zuhdi di Pondok Leler Banyumas, dan Kiai Dahlan di Pondok Jampes Kediri.
Secara khusus, dalam bidang qiroatul Qur'an, Kiai Hisyam juga berguru kepada Kiai Yusuf Buntet Cirebon dan Kiai Nuh Pager Aji Cilongok. Dalam bidang thoriqoh, Hisyam berguru kepada Kiai Rifa'i Sokaraja.
Sepertu halnya Gus Baha, TGB seolah ingin memberikan informasi luas kepada publik kalau GP ini meski berasal dari latar belakang partai nasionalis, tapi ia seorang santri. Jangan lagi ada fitnah-fitnah atau stigma negatif yang dialamatkan kepadanya.
***
Relasi persahabatan GP-TGB ini bak komposisi nasionalis-religius. Sebuah racikan tak tertulis untuk kepemimpinan Indonesia. Keduanya pun mengawali karir politik dari anggota DPR RI, kemudian berlanjut hingga menjadi Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur NTB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana