NTB.Suara.com - Wakil Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupapten Lombok Barat, Provinsi NTB, pada Selasa (27/6/2023).
Tiba di Kantor Dinas Dukcapil, politisi Partai Golkar itu langsung memasuki area pelayanan dan menemui banyak masyarakat yang sedang mengantri untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk).
"Saya sengaja datang untuk mengunjungi kantor ini sambil mengecek, apakah masyarakat kita terlayani secara memuaskan atau tidak. Alhamdulillah masih bagus-bagus saja walaupun ada hal-hal yang mesti diperbaiki lagi," kata Hj Sumiatun sambil menuturkan hasil sidaknya ke masyarakat langsung.
Sebelumnya, mantan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat itu nampak menyapa dan bertanya langsung kepada beberapa orang yang telah selesai mendapatkan pelayanan.
"Alhamdulillah pengakuan beberapa orang yang saya tanya, mereka mengaku terlayani dengan baik," ucapnya.
Usai sidak, Hj Sumiatun pun langsung mengadakan pertemuan dengan jajaran Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Barat untuk memberikan evaluasinya secara langsung.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Barat, Saepul Ahkam mengaku antusias mendapat kunjungan mendadak tersebut.
"Saya bersyukur ibu Wabup hadir langsung ke sini sehingga bisa langsung mengetahui proses pelayanan yang kami berikan. Tentu kami langsung mendapat catatan-catatan evaluasi dari beliau," katanya.
Tidak hanya mendapatkan evaluasi, ia juga mengaku memberikan laporan tentang progres pelayanan, tantangan, dan hambatan dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan.
"Secara umum kami melaporkan capaian atas target yang dibebankan ke kami. Syukurnya kami pun bisa melaporkan beberapa hambatan yang kami alami," ujar Ahkam yang baru dua bulan menduduki jabatan Kepala Dinas Dukcapil.
Saat ini, kata dia, pihaknya mengalami kehabisan tinta untuk mencetak KTP Elektronik, sedangkan target pencetakan yang masih banyak.
"Per hari ini tinta kita sudah habis, tapi alhamdulilah sudah kita pesan. Toh besok kita libur cukup panjang dan mudah-mudahan akan tersedia di hari Selasa esok," ucap Ahkam.
Selain persoalan tinta, Ahkam menambahkan tetang ketersediaan blangko KTP Elektronik yang masih bergantung pada suplai Pemerintah Provinsi NTB.
"Ketersediaan blangko dengan jumlah sasaran rekam dan warga yang sudah rekam tidak sebanding. Masyarakat kita yang PRR atau sudah rekam tinggal diprintkan KTP-nya saja masih bersisa 10 ribuan warga PRR," terang Ahkam.
Saat ini, lanjut Ahkam, pihaknya baru mampu melakukan perekaman sampai 98,02 persen dari warga yang wajib KTP. Itulah alasannya pihaknya mulai banyak turun ke desa dan sekolah-sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Bersyukur Persib Kalahkan Persija, Ketua Viking: Tinggal Dua Step Lagi Juara
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Persib Bungkam Persija 2-1, Bobotoh Pesta Kemenangan di Bandung
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Viral, ART Resign Setelah 4 Hari Kerja karena Tak Kuat Kena AC dan Mabuk Naik Mobil
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Ketua DPRD Kepri Kedapatan Pamer Naik Moge, GMNI Singgung Gaya Hidup Mewah