NTB.Suara.com - Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB. Daerah ini memiliki berbagai objek wisata menarik, termasuk situs bersejarah berusia 350 tahun dengan nama Karang Bayan.
Karang Bayan kini menjadi salah satu dari 10 desa yang ada di wilayah administratif Kecamatan Lingsar. Desa tersebut juga masuk dalam daftar 60 desa wisata di Kabupaten Lombok Barat.
Desa tersebut memiliki masih kental dengan nilai sejarah dan budaya orang zaman dahulu. Hal itu dibuktikan dengan situs bersejarah berupa masjid berusia 350 tahun peninggalan dari Kedatuan Bayan.
Masjid tersebut konon ceritanya masih berkaitan dengan daerah Bayan di Kabupaten Lombok Utara. Menurut sejarahnya sebelum menjadi pemukiman, Desa Karang Bayan dulunya merupakan hutan.
Hingga suatu ketika, datang utusan dari Kedatuan Bayan (masa kepemimpinan, red) dan memilih dan membangun kawasan ini menjadi pemukiman. Jadi secara kultur dan sosial masyarakat Desa Karang Bayan mirip dengan Bayan yang ada di Kabupaten Lombok Utara.
Tempat ibadah berusia 350 tahun itu disebut Masjid Kuno Karang Bayan. Masjid yang berlantai tanah dan beratapkan rumput ilalang itu dulunya merupakan pusat kegiatan keagamaan.
Masyarakat Desa Karang Bayan masih memanfaatkan masjid kuno tersebut hingga saat ini. Namun pemanfaatannya sudah berbeda dengan terdahulu.
Kini, situs warisan leluhur warga Kabupaten Lombok Barat itu lebih dimanfaatkan sebagai sarana dan tempat pembelajaran. Bahkan, menjadi destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan maupun peziarah dari berbagai daerah.
Selain bangunan tempat ibadah, Masjid Kuno Karang Bayan juga memiliki dapur atau pawon sebutan Suku Sasak Lombok. Kemudian, di sebelah timur terdapat rumah adat kuno juga.
Baca Juga: Fabrizio Romano: PSG Setuju Lepas Kylian Mbappe ke Al Hilal
Pawon dan rumah adat tersebut dulunya merupakan tempat mempersiapan segala kebutuhan kegiatan atau ritual keagamaan masyarakat Desa Karang Bayan.
Ada lagi yang menarik, yakni kerajinan ketak. Warga Desa Karang Bayan juga pandai membuat kerajinan anyaman berbahan baku tanaman ketak.
Ketak merupakan tanaman keluarga paku-pakuan yang biasanya menjalar pada tanaman induk. Mempunyai tekstur mirip dengan rotan namun lebih elastis sehingga lebih mudah untuk dibentuk saat diolah menjadi sebuah kria.
Menilik sejarahnya, kerajinan ini bermula karena tanaman ketak dianggap sebagai rumput liar yang merusak tanaman lainnya. Biasanya menjulur ke pohon yang lain. Selain itu dianggap juga tidak sehat.
Rumput ketak juga acap disebut tidak berharga. Tapi, tentu itu dulu. Kini justru rumput ini sangat berharga. Karena menjadi bahan utama kerajinan anyaman.
Dari rumput ketak, terlahir aneka kerajinan bernilai tinggi seperti tas, berbagai peralatan rumah tangga seperti alas piring, alas gelas, maupun tempat aksesoris. Layaknya emas, kini rumput ketak banyak dicari sebagai bahan utama kerajinan anyaman.
Sekarang masih banyak pengrajin hingga artshop kerajinan ketak yang bisa dijumpai di Karang Bayan.
Jadi jika hendak pulang setelah mengunjungi situs-situs bersejarah, kalian bisa membeli kerajinan ketak asli Desa Karang Bayan ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. (Sumber Dispar Lombok Barat)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran