NTB.Suara.com - Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB Heri Susanto mengaku merasa dirugikan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Barat Fauzan Husniadi yang menyatakan bahwa lahan yang dijadikan lokasi pembangunan perumahan bersubsidi Lantana Garden adalah aset pemerintah daerah.
"Terkait pernyataan Kepala Aset Lombok Barat, saya merasa kaget dikarenakan pihak BPKAD tidak pernah memanggil kami terkait hal itu, kok tiba-tiba muncul di pemberitaan di media," kata Heri Susanto yang juga Direktur perusahaan pengembang perumahan Lantana Garden, di Mataram, Rabu (26/3/2023).
Heri juga menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati tugas dan wewenang Kepala BPKAD selaku penanggung jawab aset daerah. Namun pernyataan yang sudah dilontarkan kepada media massa justru sangat merugikan dirinya. Sebab, lahan yang dijadikan sebagai lokasi pembangunan perumahan bersubsidi tersebut memiliki dokumen lengkap.
Adapun dokumen yang dimaksud berupa sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain itu, izin penggunaan dan pemanfaatan tanah (IPPT), dan izin mendiringan bangunan (IMB). Kedua jenis izin tersebut dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
Heri merasa heran jika memang ada tanah yg diklaim sebagai aset pemerintah daerah, kenapa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tidak melakukan pencegahan saat dimulainya pengajuan ijin.
"Saya kaget saja kok tiba-tiba di media masa ada pernyataan kepala aset. Padahal jika dipikir secara logika, bila itu aset pemda kenapa pengajuan IPPT dan IMB yang kami mohonkan terbit tanpa ada kendala, bahkan sebelum pengajuan perijinan juga kami melakukan ekspose/presentasi atas rencana investasi kami dg menunjukkan semua data termasuk sertifikat yg akan kami ajukan untuk mendapatkan IPPT dan IMB," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa ketika membeli tanah tersebut sudah ada sertifikat. Dan jika melihat catatan pada sertifijat tersebut sebelum dibeli (akad jual beli) sudah pernah ada catatan pergantian balik nama dari pemilik sebelumnya, bahkan pernah dijadikan jaminan ke bank.
Melihat fakta silsilah tanah tersebut, Heri merasa ada indikasi pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Kepala BPKAD Kabupaten Lombok Barat. Sebab, pihaknya memilki semua dokumen yang dipersyaratkan untuk melakukan pembangunan dan penjualan.
Selain itu, sebelum melakukan akta jual beli atas tanah tersebut, pihaknya juga melakukan pengecekan kesesuain daftar tanah di BPN.
"Namun atas apa yang disampaiakan oleh pihak Kepala BPKAD bahwa akan di bawah ke ranah hukum, tentu kami menyambut baik hal itu, supaya kami juga mendapatkan kejelasan. Sebab, simpang siurnya berita tersebut, tentu merugikan kami," katanya.
Kepala BPKAD Kabupaten Lombok Barat, Fauzan Husniadi membenarkan bahwa tanah yang digunakan oleh perumahan Lantana Garden merupakan lahan milik pemerintah daerah. Lahan yang dimaksud adalah tanah dari pinggir jalan hingga ke komplek perumahan inti seluas 43 are.
Baca Juga: Kylian Mbappe Tolak Al Hilal, Batal Jadi Pemain Termahal dan Gaji Terbesar Dunia
Fauzan juga menegaskan bahwa tanah tersebut masih tercatat di buku aset dan telah bersertifikat atas nama Pemkab Lombok Barat. "Tanah tersebut masih tercatat di neraca kita. Bahkan sertifiknya masih ada. Untuk itu, kami akan menempuh jalur hukum karena kami punya bukti," katanya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
9 Moisturizer untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Bikin Kulit Glowing
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Link CPNS 2026 Viral, Publik Diminta Waspada Penipuan Modus Menyamar Ala BKN
-
Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP
-
Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
-
Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back
-
Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa