NTB.Suara.com - Pemerintah Provinsi NTB mentargetkan angka stunting mencapai 14 persen pada 2023. Berbagai pihak ikut mendukung upaya tersebut, salah satunya industri jasa keuangan ikut keroyok masalah anak tumbuh kerdil akibat kekurangan asupan gizi tersebut.
Sebagai bentuk dukungannya dalam menekan angka stunting, industri jasa keuangan menyerahkan bantuan berupa 11 unit alat antropometri senilai Rp147.925.965 dan telur sebanyak 183.960 butir.
Bantuan tersebut diserahkan oleh sejumlah perwakilan industri jasa keuangan kepada Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, pada Jumat (27/3/2023).
"Terima kasih atas bantuan antropometri dan makanan tambahan pangan padat gizi untuk pencegahan stunting berupa telur. Penanganan stunting menjadi PR kita bersama," ucap Ummi Rohmi sapaan akrab Wakil Gubernur NTB.
Selain dukungan dari berbagai lembaga, Pemerintah Provinsi NTB juga sudah meluncurkan Gerakan Bakti Stunting dengan melibatkan posyandu yang ada di seluruh kabupaten/kota.
Bakti Stunting dilaksanakan melalui pemenuhan protein hewani bagi bayi dan balita terutama telur, yang paling mudah dijangkau masyarakat. Kegiatan serupa akan dilaksanakan juga di seluruh kabupaten/kota se-NTB.
Posyandu juga direvitalisasi menjadi posyandu keluarga. Upaya tersebut sebagai salah satu program unggulan yang terus dipercepat oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Dengan cara merevitalisasi posyandu dan sinergi semua pihak, termasu di dalamnya sektor industri jasa keuangan diharapkan angka stunting di NTB, terus bergerak turun.
Data e-PPGBM tercatat trend angka stunting di NTB terus mengalami penurunan, yakni pada 2019 sebesar 25,5 persen turun menjadi 23,03 persen pada 2020. Angka tersebut kembali turun menjadi 19,23 persen pada 2021 dan turun lagi menjadi 16,84 persen pada 2022. (*)
Baca Juga: Sudah Dipanggil DPP Usai Polemik Temui Prabowo, PDIP Beri Peringatan untuk Budiman Sudjatmiko
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan