NTB.Suara.com - Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, bersama Rektor Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, melepas rombongan mahasiswa yang akan melaksanakan program KKN ke-37 yang difokuskan di Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara.
Acara pelepasan mahasiswa KKN ke-37 Unizar Mataram dilakukan Civitas akademika Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) digelar di kantor Bupati Lombok Tengah, pada Senin (31/7/2023).
Dalam sambutannya, Rektor Unizar Mataram Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, mengatakan para mahasiswa akan melaksanakan KKN selama satu bulan penuh di tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara.
"Lebih dari 20 tahun yang lalu, Unizar bekerja sama dengan Bappeda dalam melaksanakan KKN untuk kawasan sentra produksi buah-buahan di Batukliang. Tahun ini, Unizar ingin kembali berkontribusi di Kecamatan Batukliang Utara," kata Rektor Unizar.
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, menyampaikan dukungan penuh untuk kegiatan KKN Unizar tersebut. Ia meyakini bahwa niat dan nawaitu untuk membangun sumber daya manusia di Provinsi NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, akan mendapatkan ridho dari Allah SWT.
"Seluruh civitas, keluarga besar Universitas Islam Al-Azhar, kami yakin niat dan nawaitu untuk membangun Sumber Daya Manusia di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah, Tuhan akan meridhoi. Insya Allah tidak ada hal yang bisa memisahkan niat dan nawaitu untuk membangun semua ini," ucap Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan civitas akademika Universitas Islam Al-Azhar untuk memberikan dampak positif di tengah masyarakat melalui kegiatan KKN ini.
"Oleh karena itu, harus kita bersinergi dan berkolaborasi dengan adik-adik mahasiswa ini terkait dengan program-program kerja yang membuahkan legacy (warisan, red) di masyarakat," tutup Pathul Bahri.
Program KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Dengan tema "Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Kualitas Potensi Desa Berwawasan Kepariwisataan", diharapkan program ini mampu meningkatkan kesejahteraan dan potensi desa sebagai destinasi pariwisata.
Baca Juga: Ingin Tahu Apa yang AI Belum Bisa Lakukan? 5 Hal yang Masih Sulit bagi AI
Semoga ratusan mahasiswa KKN ke-37 Unizar ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat di Desa Selebung, Peresak, Barabali, Teratak, Aik Berik, Lantan, dan Karang Sidemen, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi