- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen menertibkan PKL dari trotoar untuk kenyamanan mobilitas warga.
- Penertiban ini dipicu suksesnya kawasan Palmerah bebas PKL saat peresmian SPPG Polri pada Jumat (13/2/2026).
- Pramono menegaskan fasilitas pedestrian baru wajib difungsikan hanya untuk pejalan kaki, bukan tempat berniaga.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menata kawasan pedestrian di ibu kota agar terbebas dari gerombolan pedagang kaki lima (PKL).
Pramono tidak ingin penertiban kawasan umum hanya dilakukan secara temporer, seperti saat ada kunjungan pejabat negara atau bersifat seremonial belaka.
Langkah tegas ini diambil merespons tertibnya kawasan Palmerah dari pasar tumpah maupun gerombolan PKL saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan SPPG Polri pada Jumat (13/2/2026) lalu.
Pramono menyatakan bahwa dirinya lebih menginginkan aksi nyata yang berdampak jangka panjang bagi kenyamanan mobilitas warga Jakarta.
"Saya ingin hal yang lebih nyata, dan untuk itu saya akan tertibkan. Pokoknya saya akan tertibkan," tegas politisi PDIP itu.
Sang mantan Sekretaris Kabinet juga menyoroti fungsi trotoar yang sering kali beralih rupa menjadi tempat berniaga secara ilegal.
Ia menekankan bahwa fasilitas pedestrian yang telah dibangun dengan dana besar harus dijaga marwahnya sesuai peruntukan aslinya bagi pejalan kaki.
Pramono secara spesifik melarang adanya aktivitas perdagangan makanan atau lapak apa pun di atas trotoar-trotoar baru yang ada di Jakarta.
"Saya tidak izinkan untuk digunakan jualan cilok ataupun untuk apa ya, yang bukan fungsinya untuk pedestrian," tuturnya.
Baca Juga: Rampung Akhir Bulan, Taman Bendera Pusaka Bakal Alih Fungsi Jadi 'Waduk' Saat Curah Hujan Tinggi
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya masif Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga estetika dan ketertiban tata ruang kota.
Pramono mengingatkan bahwa anggaran yang digelontorkan untuk membangun dan merawat infrastruktur publik tersebut berasal dari uang rakyat yang sangat besar.
"Untuk membuat dan merawat itu juga biayanya besar," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel