Awalnya, mereka berencana untuk memperoleh senjata melalui sistem barter, seperti menukarkan rotan, getah wangkang, getah ketiau, dan emas dengan senjata.
Mereka mengarahkan perjalanan mereka ke perairan Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai pusat perdagangan bagi bangsa Belanda, Spanyol, dan Portugis pada masa itu.
Namun, ketika mereka tiba di daerah tersebut, mereka mendapat berita bahwa kapal-kapal Portugis yang biasanya membawa senjata telah menjadi jarang masuk ke wilayah perdagangan Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, Petta Saiye dan kelompoknya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Pulau Timor, tepatnya di Negeri Delly.
Di sinilah mereka mendapat kontak dengan seorang pengusaha dagang Portugis bernama Dacosta yang bersedia menukarkan senjatanya dengan syarat agar pertukaran itu dilakukan di Negeri Delly untuk menghindari gangguan dari orang Belanda. Akhirnya, Petta Saiye menyetujui syarat tersebut dan membawa kapal layar berisi muatan barang-barang yang akan dipertukarkan.
Meskipun banyak dari warisan sejarah ini telah menghilang atau terbengkalai seiring berjalannya waktu, beberapa jejak tetap ada hingga hari ini.
Di daerah Penajam Paser Utara, Anda dapat menemukan bukti-bukti sejarah ini dalam bentuk makam, bangunan-bangunan yang tersisa dalam bentuk rangka, meriam, dan bungker.
Keberadaan jejak-jejak ini adalah pengingat akan sejarah panjang dan perubahan yang telah dialami oleh Penajam Paser Utara.
Mereka juga merupakan bagian penting dari identitas budaya dan sejarah wilayah ini. Upaya pelestarian warisan sejarah ini adalah tugas bersama untuk memastikan bahwa pengetahuan tentang masa lalu tetap hidup dan dapat dihargai oleh generasi masa kini dan masa depan.
Baca Juga: Bukan Dayak, Makam Keluarga Kerajaan Paser Bertulis Arab dan Aksara Bugis-Makassar
Sejarah Penajam Paser Utara adalah kisah yang mencengangkan tentang bagaimana suku-suku pribumi, perdagangan internasional, dan perubahan sosial telah membentuk wilayah ini menjadi apa yang kita kenal saat ini.
Dari Kerajaan Adat yang terpisah-pisah hingga peran penting angkatan laut Kerajaan Paser dalam mengamankan wilayah, sejarah Penajam Paser Utara adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia yang lebih luas. ***
Tag
- # penajam paser utara
- # generasi masa kini
- # kerajaan adat
- # sejarah indonesia
- # bungker
- # belanda
- # petta saiye
- # negeri delly
- # portugis
- # dacosta
- # pulau timor
- # sulawesi selatan
- # membawa senjata
- # sultan sulaiman alamsyah
- # sungai lolo
- # muara sungai tunan
- # kabupaten paser
- # teluk balikpapan
- # suku paser balik
- # suku paser tunan
- # kalimantan timur
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Raja Antioksidan! 4 Masker Astaxanthin untuk Lawan Penuaan dan Flek Hitam
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Pre-Order Ungkap Konfigurasi Memori iQOO 15T: Tantang POCO X8 Pro, Usung RAM 16 GB
-
Giliran Erin Taulany Polisikan eks ART, Geram karena Wajah Anak Disebar ke Medsos
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri