News / Nasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB
Banjir akibat luapan Sungai Konaweha merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)
Baca 10 detik
  • Banjir luapan Sungai Konaweha merendam 188 rumah di Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, akibat hujan intensitas tinggi pada Jumat.
  • Genangan setinggi 60 hingga 100 sentimeter turut merendam 20 hektare tambak ikan milik warga di Desa Latuo.
  • Polisi melakukan evakuasi serta terus bersiaga di lokasi untuk memastikan keselamatan warga dari potensi banjir susulan berikutnya.

Suara.com - Banjir akibat luapan Sungai Konaweha merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sedikitnya 188 rumah di tiga desa terdampak setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka Aiptu Riswandi mengatakan genangan air mulai memasuki permukiman warga dengan ketinggian berkisar antara 60 hingga 100 sentimeter.

"Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Samaturu Polres Kolaka yang dipimpin IPDA Sabri Sobat bergerak cepat melakukan monitoring dan evakuasi untuk memastikan keselamatan warga. Fokus utama Polri saat ini adalah keselamatan jiwa atau zero victim," katanya saat dihubungi di Kolaka, Jumat.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 04.00 WITA, Desa Konaweha menjadi wilayah paling terdampak dengan 81 rumah terendam. Kemudian disusul Desa Latuo sebanyak 75 rumah dan Desa Ulu Konaweha sebanyak 32 rumah.

Selain merendam kawasan permukiman, banjir juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Di Desa Latuo, sekitar 20 hektare area tambak ikan milik warga ikut tergenang air.

"20 hektar area tambak ikan milik masyarakat juga terendam," ujarnya.

Polisi bersama unsur terkait kini masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kenaikan debit air, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi hujan.

Riswandi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Konaweha agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.

"Kami meminta warga tetap waspada jika curah hujan kembali meningkat. Segera berkoordinasi dengan petugas di lapangan jika memerlukan bantuan evakuasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Riswandi.

Baca Juga: Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan kondisi sungai serta membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman.

Load More