NTB.suara.com - Persebaya Surabaya dan Arema FC memang memiliki rivalitas yang sudah cukup lama dan dalam. Namun, soal perburuan juara Liga 1, tentu laga ke-12 melawan Madura United seharusnya lebih heboh bagi Bonek jika ingin Persebaya berebut juara Liga 1.
Tapi, faktanya tidak demikian. Di kalangan Bonek di media sosial Instagram @officialpersebaya sendiri lebih heboh membicarakan soal laga Derby Jatim yang akan digelar 23 September 2023.
Sedangkan Derby Suramadu melawan Madura United kalah heboh dari lawan Arema FC yang saat ini untuk sementara bukan menjadi pesaing utama di papan atas atau juara Liga 1.
Padahal, mengalahkan Madura United bisa jadi jalan untuk mengejar selisih poin. Pada pekan ke-11, Persebaya berada di posisi ke-6 dengan torehan poin 18.
Sedangkan Madura United berada di puncak klasemen dengan 23 poin. Jika menang dari Madura United, Persebaya bisa memperpendek selisih jadi 2 poin saja.
Namun, nyatanya, laga Madura United vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bangkalan, itu berakhir dengan skor telak 3-0 untuk kemenangan Laskar Sape Kerrab.
Gol Madura United United diciptakan trio Brasil, Hugo Gomes alias Jaja pada menit ke-4 melalui tendangan penalti, kemudian Luiz Marcelo alias Lulinha pada menit ke-48, dan Juno Brandao pada menit ke-87.
Sikap Bonek yang terkesan lebih heboh dengan laga lawan Arema ini disindir netizen.
"Secara permainan iki haruse laga sing ditunggu-tunggu, bukane malah tanggal 23 (September) iku laga biasa, musuh tim papan bawah dan problematic kok heboh," tandas @anggaechfan_
Sekadar diketahui, saat ini Arema FC memang berada di papan bawah klasemen sementara. Yakni di posisi ke-16 dengan poin 9. Arema juga masih dirundung masalah Tragedi Kanjuruhan di musim lalu, di mana ratusan suporter tewas ditembaki polisi menggunakan gas air mata.
Pernyataan tersebut mendapat banyak komentar yang membetulkan logika tersebut.
"@anggaechfan_ betulll," @aanakbaik_
"@anggaechfan_ betul sekali. Sepakat," tandas @iamdluhansa.
Walau begitu, ada yang menyatakan bahwa laga lawan Arema FC juga penting. Meski Arema terpuruk di papan bawah, rivalitas keduanya itu soal harga diri.
"@anggaechfan_ masio musuh papan bawah ngono yah harga diri mas lak kalah (walaupun musuh papan bawah begtu, ya, harga diri, Mas, kalau kalah)," kata @baayuu976
Pernyataan itu ditimpali lagi.
"@baayuu976 menang musuh tim papan bawah yo ga ketok sangar (tidak terlihat sangar), Mas. Nek menang musuh Madura iki baru sangar (kalau menang Madura ini barulah sangar)," ujar @anggaechfan_. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?