NTB.suara.com - Indonesia, sebuah negara dengan potensi besar dalam industri otomotif, semakin mengukuhkan eksistensinya dalam dunia mobil listrik. Dalam beberapa tahun terakhir, dua supercar listrik buatan Indonesia telah mencuri perhatian.
Ini adalah Tucuxi dan Selo, dua karya gemilang yang membawa teknologi ramah lingkungan ke jalan-jalan Indonesia. Hanya saja dua mobil Supercar listrik tersebut tak jelas kelanjutannya.
Tucuxi adalah salah satu mobil listrik Indonesia yang tampil dengan megah seperti hypercar. Pertama kali memulai debutnya pada tahun 2012, Tucuxi adalah hasil ciptaan Danet Suryatama, seorang alumni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan University of Michigan. Penciptanya juga pernah berkarier di Chrysler, memberikan sentuhan profesionalisme pada proyek ini.
Mobil ini lahir atas pesanan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat itu, Dahlan Iskan. Tucuxi mengusung teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LiFEPO4) yang luar biasa, mampu menempuh jarak hingga 321 kilometer dengan satu pengisian. Mesinnya tak kalah hebat, mampu menghasilkan tenaga sebesar 268 tenaga kuda (hp).
Dengan perpaduan desain futuristik dan kinerja yang impresif, Tucuxi telah berhasil menyita perhatian pencinta mobil di dalam dan luar negeri.
Tidak kalah menggoda, Selo adalah supercar buatan Indonesia lainnya yang mencuri hati pecinta otomotif. Mobil ini dirancang oleh Ricky Nelson dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 2013. Melihat eksteriornya yang mewah, kita hampir bisa merasakan aura Ferrari dan Lamborghini dalam desainnya.
Selo menggunakan tenaga penggerak motor listrik yang efisien, mampu menghasilkan daya sebesar 182 tenaga kuda (tk). Dengan kecepatan maksimum mencapai 250 kilometer per jam, Selo menawarkan sensasi berkendara yang tak tertandingi. Pengisian daya baterai yang relatif cepat, sekitar 4 jam, juga menjadikannya pilihan menarik bagi pecinta mobil listrik. Sayang tak jelas kelanjutan dua proyek Supercar listrik asli anak negeri tersebut. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi Pemutih Kulit, Hasil Cerah Bertahap
-
Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Krisis Lingkungan Mengintai, Bagaimana Melibatkan Generasi Muda Agar Mau Bergerak?
-
Harga Pangan Hari Ini Naik Tajam, Cabai Tembus Rp101 Ribu, Telur dan Beras Ikut Merangkak
-
Ditodong Ikut Marapthon Season 3, Baskara Putra: Ke Dokter Aja Bingung, Apalagi ke Sana
-
Won Kyu Bin Terpilih Perankan Kim Bong Seok di Moving 2, Disney Buka Suara
-
4 Sepatu Running Lokal yang Populer, Nyaman Maksimal buat Lari Harian
-
Duet Suzuki Fuku dan Ano di The Flower of Evil: Kisah Kontrak Gelap Remaja yang Menyesakkan
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok